Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Maros Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Aktivitas Galian C Stop, Tim Pemkab Kotim Turun Tangan

  • Oleh Naco
  • 04 Maret 2021 - 22:26 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menurunkan tim untuk mengecek areal lahan galian C di Kecamatan Cempaga Hulu yang saat ini tengah bermasalah. Tim terdiri dari bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam serta bagian hukum Setda Kotim.

Tim turun ke lokasi dan mengambil koordinat dari areal penambangan galian C. Selanjutnya mereka langsung ke Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Provinsi Kalimantan Tengah untuk memaparkan hal itu. Asisten II Setda Kotim, Alang Arianto menyebutkan hal tersebut memang sudah ditangani bagian Ekonomi dan SDA.

“Langsung saja ke tim Ekonomi dan SDA untuk informasinya,”kata Alang, Kamis 4 Maret 2021. Sementara itu salah satu tim yang turun menyebutkan pihaknya sedang berada dilokasi untuk memetakan lokasi galian C laterit.

"Saat ini kami di lokasi untuk ambil koordinat dan selajutnya langsung ke Palangka Raya untuk berkoordinasi dengan ESDM Provinsi. Mungkin senin hasilnya bisa kami sampaikan,” kata Ramadan salah satu anggota tim.

Sementara itu Camat Cempaga Hulu, Ubaidillah mengaku bersama kepala desa mendampingi kegiatan tim tersebut di lokasi. "Lokasi saat ini memang sudah dihentikan aktivitasnya," ucapnya.

Terpisah, Kepala Desa Bukit Raya, Seleksi membenarkan saat ini kegiatan penambangan dihentikan. Pihaknya tidak mengetahui sebab dihentikan sejak disorot beberapa hari terakhr ini.

Selain itu dia membenarkan di lokasi memang ada pemasangan garis pembatas. Informasinya garis pembatas ini dipasang langsung dari kesatuan intelijen dari Mabes TNI AD.

"Benar ada di lokasi itu garis pembatas katanya dari TNI,” ucap Seleksi. Sementara itu Komandan Kodim 1015 Sampit Letkol CZI Akhmad Safari menegaskan penyegelan yang terjadi di areal tambang galian tersebut bukan dari Kodim.

"Yang menyegel bukan anggota Kodim," kata Dandim singkat. Diketahui, aktivitas penambangan Galian C itu setidaknya ada dua titik. Hampir 10 tahun sudah operasional di areal ini.

Bahkan diperkirakan jutaan kubik material yang sudah dijual dari dalam hutan itu dengan nominal miliaran rupiah. Untuk pemasaran itu sendiri tidak hanya untuk kepentingan skala kecil, tapi juga untuk keperluan perusahaan perkebunan.

Berita Terbaru