Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Toraja Utara Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Vaksinasi dan Sinergi Kebijakan Nasional akan Dorong Pemulihan Ekonomi

  • Oleh Testi Priscilla
  • 05 Maret 2021 - 19:50 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang mengatakan implementasi vaksinasi dan sinergi kebijakan nasional akan mendorong pemulihan ekonomi.

"Pada triwulan IV 2020, ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 2,19% (yoy), terutama karena masih lemahnya konsumsi swasta dan investasi bangunan sebagai dampak masih terbatasnya mobilitas akibat pandemi Covid-19," katanya pada Jumat, 5 Maret 2021.

Meskipun lebih rendah dari perkiraan, ekonomi pada triwulan IV-2020 membaik dengan kontraksi yang lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar 3,49% (yoy). Secara keseluruhan tahun 2020 ekonomi terkontraksi 2,07%.

"Ke depan, perbaikan ekonomi domestik diperkirakan akan berlanjut sejalan dengan pemulihan ekonomi global dan akselerasi program vaksin nasional oleh Pemerintah. Perbaikan kinerja ekspor terus berlanjut pada beberapa komoditas, seperti CPO, batu bara dan besi baja, serta sejumlah produk manufaktur seperti kimia organik, kendaraan bermotor, dan alas kaki, yang kemudian akan mendorong kinerja sektoral," jelasnya.

Perbaikan kinerja ekspor juga menurutnya tercatat di sejumlah wilayah, khususnya Sulawesi, Maluku, Papua, Jawa, dan Sumatera. Sementara itu, untuk mendorong masih lemahnya permintaan domestik, sinergi kebijakan ekonomi nasional terus diperkuat.

"Sinergi kebijakan mencakup lima aspek yaitu pembukaan sektor-sektor produktif dan aman, akselerasi stimulus fiskal, penyaluran kredit

perbankan dari sisi permintaan dan penawaran, berlanjutnya stimulus moneter dan  makroprudensial, serta percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya terkait pengembangan UMKM," bebernya.

Untuk keseluruhan tahun 2021, menurut Yudo Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 4,3%-5,3%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada kisaran 4,8%-5,8% sejalan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2020. (TESTI PRISCILLA/B-11)

Berita Terbaru