Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Belu Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pandemi, Ujian Tingkat SMA/SMK Tatap Muka Disepakati Tidak Diizinkan, Ini Solusi Disdik Kapuas

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 06 Maret 2021 - 14:10 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Masih dalam masa pandemi covid-19, terutama di wilayah Kabupaten Kapuas, Satgas Covid-19 Kapuas dan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat menyatakan dan bersepakat tidak mengizinkan pelaksanaan Ujian Praktik tingkat SMA/SMK secara tatap muka.

Seyogyanya, ujian tersebut direncankan akan dilaksanakan, pada tanggal 29 Maret sampai dengan 3 April 2021 mendatang, tetapi dari berbagai pertimbangan di tengah pandemi ini maka tidak diizinkan.

"Kemarin saat rapat di Satgas untuk melaksanakan ujian praktek bagi SMK itu bisa, tetapi kendalanya saat mereka pulang. Mereka pulang dari sekolah itulah bisa berkumpul di zona tertentu.

Sehingga, kami bersepakat bahwa tidak mengizinkan, apalagi di Kecamatan Selat ini masih zona merah, dan saat ini masih meningkat kasus covid," kata Kepala Disdik Kapuas, Suwarno Muriyat, Sabtu 6 Maret 2021.

Kendati demikian, lanjut Suwarno pihaknya pun turut mencarikan solusinya agar ujian tersebut tetap bisa dilaksanakan.

"Solusi kami adalah misalnya untuk ujian yang biasa menggunakan secara daring, jadi soal diberikan, lalu mereka mengerjakan di rumah dan dikirim melalui jaringan internet," jelasnya.

Kemudian, lanjut dia yang selama ini jadi kendala bagi SMK untuk ujian praktik pun dicari solusinya adalah misalnya praktek komputer dilakukan di rumah atau temlat masing-masing.

"Lalu bisa di videokan dan hasil videonya di kirim ke sekolah. Yang lainnya misalnya pemasaran, perkantoran akhirnya muncul inovasi-inovasi secara daring, divideokan untuk dikirimkan ke pihak sekolah," ucapnya.

Selain itu, dia menjelaskan memang dalam pelaksanaannya mensyaratkan hal tersebut, yakni dari pihak provinsi boleh mengizinkan itu kalau ada rekomendasi dari Disdik dan Satgas daerah setempat.

"Tapi, sudah kami komunikasikan juga ke provinsi, bahwa tidak mengizinkan jadi kami cari solusinya," tandasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)

Berita Terbaru