Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Teluk Wondama Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Tim Pemkab Kotim Tegaskan Galian C di Cempaga Hulu Ilegal

  • Oleh Naco
  • 08 Maret 2021 - 19:05 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Aktikvitas penambangan Galian C di Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur dinyatakan ilegal atau tidak berizin.

Hal ini setelah adanya penelusuran dan pengecekan langsung oleh tim bentukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim di lapangan termasuk dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Tengah.

"Setelah melalui proses pengecekan lapangan dan kros cek ke pemerintah provinsi sebagaiamana perintah Pak Bupati Kotim, bisa dikatakan aktivitas penambangan  mineral non logam (galian C) di Desa Bukit Raya itu illegal atau tidak mengantongi perizinan,” kata Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kotim, Rudi Kamislan, Senin, 8 Maret 2021.

Menurut dia, perizinan mineral non logam ini tidak bisa diprediksi sejak kapan beroperasi. Sementara itu, berkaiatan dengan areal penambangan itu sendiri, tercatat bukan kawasan hutan tetapi areal itu berstatus areal penggunaan lain (APL). 

"Areal ini berada di status kawasan APL bukan dalam kawasan hutan," tukas Rudi.

Langkah pemerintah kabupaten, kata dia, berkoordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Tengah sebagaimana tugas dan fungsinya dalam hal pemberi izin dan pengawasan. 

Kewenangan pemerintah kabupaten sudah  beralih sejak berlakunya UU Minerba dan UU Pemerintah Daerah. Namun demikian, mereka tetap melakukan monitoring dan kalau tidak berizin akan di laporkan ke pemerintah provinsi atau pemberi izin atau pengawas.

"Kalau pemkab melakukan penindakan bukan porsinya. Kalau di situ ada unsur pidananya  maka itu ada di tangan kepolisian,” ucap Rudi.

Seperti diketahui, aktivitas galian C di Desa Bukit Raya itu diduga beroperasi sudah lama dan diduga digarap oleh sejumlah pengusaha. Dalam hal ini, lahan laterit itu dijual kepada sejumlah masyarakat sekitar, perkebunan kelapa sawit dan dikirim hingga ke kabupaten lain.(NACO/B-7)

Berita Terbaru