Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Lombok Utara Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Indonesia Cocok Jadi Destinasi Wisata Uji Nyali, ini Tempatnya

  • Oleh Teras.id
  • 14 Maret 2021 - 10:20 WIB

TEMPO.COJakarta - Indonesia memiliki berbagai daya tarik wisata minat khusus. Wisatawan yang antusias menyelam, snorkeling, bersepeda, naik gunung, sampai uji nyali berani merasakan demit pun bisa dilakukan di Indonesia.

Dosen Program Studi Pariwisata Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), Diaz Pranita mengatakan wisata hantu sebagai aktivitas uji nyali wisatawan masuk dalam sembilan wisata minat khusus yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

"Saat ini permintaan pariwisata berubah dari mass dan low content menjadi nichecustomize, dan high content," kata Diaz seperti dikutip dari Antara. "Jadi, industri pariwisata harus terus menggali pasar yang potensial dengan minat khususnya."

Wisata hantu atau mistis punya peluang karena bisa menjadi pengalaman unik bagi wisatawan. Adapun delapan wisata minat khusus lainnya, menurut Diaz, adalah wisata perdesaan, wisata pendakian gunung dan olahraga paralayang, wisata olahraga marathon, wisata bahari kapal layar (yachting) dan selam (diving), wisata olahraga arung jeram, wisata gua dan paramotor, ekowisata, serta wisata relawan (voluntourism).

Negara lain juga punya aktivitas wisata uji nyali. Menurut Diaz, Inggris, Prancis, dan Jerman memiliki destinasi wisata hantu versi mereka. Diaz menjelaskan, wisata uji nyali ini tumbuh sebagai bagian dari 'dark tourism' atau masa gelap yang terjadi di banyak negara, seperti peperangan dan genosida.

Sejarah gelap dari suatu tempat di masa lalu bisa dikemas menjadi cerita dan pengalaman menarik untuk ditelusuri wisatawan. "Pastikan wisatawan mendapatkan nilai edukasi berupa cerita moral di balik kisah misterius atau mistis di suatu tempat," katanya.

Di Indonesia, wisata uji nyali atau wisata hantu terbangun dari budaya dan kepercayaan animisme dan dinamisme nenek moyang. Beberapa tempat yang bisa menjadi destinasi wisata hantu antara lain Alas Purwo di Jawa Timur, Pelabuhan Ratu Jawa Barat, Terunyan Bali, sepanjang laut selatan Pulau Jawa, dan Toraja Sulawesi Selatan.

"Masyarakat Indonesia menyukai hal-hal berbabu mistis dan membuat wisata jenis ini berpeluang untuk disukai wisatawan," katanya.

Satu hal yang perlu diperhatikan oleh pengelola wisata hantu adalah, jangan sampai wisata minat khusus ini menjadi bumerang bagi masyarakat. "Jangan sampai cerita hantu justru membuat wisatawan enggan datang," ucapnya.

Penyelenggara wisata hantu juga harus mempertimbangkan unsur keselamatan. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu ada peserta wisata hantu yang hampir terserempet kereta di perlintasan tempat Tragedi Bintaro 1987 terjadi.

TERAS.ID

Berita Terbaru