Aplikasi Pilkada Berbasis Web & Mobile Apps

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Tak Terima Keponakan Diperkosa, Oknum TNI di Pangkalan Bun Aniaya Pelaku hingga Tewas

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 21 Maret 2021 - 19:40 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lantaran tak terima keponakannya diperkosa, oknum TNI di Kotawaringin Barat nekat menganiaya pelaku hingga meregang nyawa, meski sempat ditangani tim medis di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Minggu, 21 Maret 2021.

Saat dikonfirmasi, Dandim 1014 Pangkalan Bun Letkol Arh Drajad Tri Putro membenarkan adanya tindakan penganiayaan anggotanya hingga menyebabkan korban yang diduga pelaku meninggal dunia.

Drajad Tri Putro menyampaikan latar belakang kejadian tersebut lantaran setelah oknum TNI itu menerima laporan keponakannya diperkosa pelaku. Oknum tersebut ingin mencari keadilan dan mendatangi pelaku di kediamanya.

"Pemukulannya kemarin, Sabtu, 20 Maret 2021. Kemudian tadi pagi dibawa ke rumah sakit, karena mungkin sudah terjadi beberapa kali pemukulan. Saat di rumah sakit, korban meninggal dunia," jelas Drajad Tri Putro.

Atas kejadian tersebut, saat ini oknum anggota TNI sudah diproses polisi militer (PM) untuk penanganan lebih lanjut.

"Untuk sementara, oknum pelaku pemukulan 1 orang dan sekarang didalami hukumannya. Sesuai perintah dari Danrem 102 Panju Panjung, kalau memang bersalah tidak ada kata lain selain dihukum," tegasnya.

Sebagai tanggungjawab terhadap korban penganiayaan, mereka memfasilitasi segala kebutuhan korban hingga maksimal. Rencananya korban akan dimakamkan di Lamandau.

"Memang ini kesalahan. Saya sebagai Komandan Kodim 1014 Pangkalan Bun meminta maaf sebesar - besarnya kepada keluarga korban," ungkapnya.

Sementara itu, kakak kandung dari korban penganiayaan menyampaikan tidak tahu masalah yang berujung penganiayaan terhadap adiknya.

"Pokoknya kami meminta agar pelaku ini dihukum setimpal," pungkasnya. (DANANG/B-11)

Berita Terbaru