Aplikasi Pilgub (Pemilihan Gubernur) Propinsi Sulawesi Tengah Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Warga Palangka Raya Diminta Waspada Pinjaman Online Ilegal

  • Oleh Hendri
  • 22 Maret 2021 - 18:21 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Nenie A Lambung mengimbau masyarakat agar jangan mudah tergoda dengan jasa pinjaman dana berbasis online.

Sistem pinjaman online yang kini marak, menggunakan jaringan peer-to-peer (P2P) lending yang menjadi terobosan terbaru guna mempermudah bagi peminjam online melalui jaringan internet.

“Pinjaman berbasis online ini agak berbahaya, karena dengan persyaratan yang cukup mudah siapapun pasti akan tergoda," katanya, Senin 22 Maret 2021.

Terlebih di saat mendesak, pinjaman online meyakinkan akan diproses dalam 1x24 jam, namun dibalik semua itu syarat dan ketentuan si peminjam sudah masuk pada ranah pribadi yang sensitif.

Selain itu data pribadi peminjam salah satunya yaitu mengakses daftar kontak nomor yang ada di seluler. Interaksi panggilan telepon juga akan menjadi data yang diakses oleh pemberi pinjaman online.

“Data tersebut nantinya akan deteksi untuk mengetahui seberapa jauh kedekatan si peminjam dengan kontak telepon yang tersimpan, pada bagian inilah yang patut kita waspadai," terangnya.

Untuk lebih aman, pastikan tempat peminjaman tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Siapapun yang terdaftar pihak OJK akan memastikan kerahasiaan data pribadi konsumen.

Menurut opolitisi PDIP ini akan sangat berbahaya bila data pribadi jatuh kepada oknum yang tidak bertanggung jawab kemudian memanfaatkannya untuk hal-hal yang dapat merugikan si pemilik data.

“Saya harap masyarakat bisa memikirkan kembali akan dampaknya, jangan mudah tergiur  pinjaman dengan persyaratan yang mudah dari perusahaan ilegal. Jika ingin melakukan pinjaman, carilah yang dirasa bisa dipercaya atau resmi terdaftar di OJK,” pungkasnya. (HENDRI/B-6)

Berita Terbaru