Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Labuhanbatu Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Likuiditas di Perbankan dan Pasar Keuangan Tetap Longgar

  • Oleh Testi Priscilla
  • 24 Maret 2021 - 18:21 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejalan dengan kebijakan moneter akomodatif Bank Indonesia dan sinergi dengan kebijakan fiskal pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, kondisi likuiditas di perbankan dan pasar keuangan tetap longgar.

"Sejak 2020, Bank Indonesia telah menambah likuiditas atau quantitative easing di perbankan sebesar Rp 750,38 triliun atau 4,86 persen dari PDB," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando, Rabu, 24 Maret 2021.

Menurut Rihando likuiditas ini terdiri dari Rp726,57 triliun pada 2020 dan sebesar Rp23,81 triliun pada 2021.

"Sinergi ekspansi moneter Bank Indonesia dengan akselerasi stimulus fiskal pemerintah terus diperkuat dengan pembelian SBN oleh Bank Indonesia di pasar perdana," katanya.

Setelah pada 2020 melakukan pembelian dari pasar perdana Rp473,42 triliun untuk pendanaan APBN 2020, pada 2021 Bank Indonesia melanjutkan pembelian SBN dari pasar perdana untuk pembiayaan APBN 2021 melalui mekanisme sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 16 April 2020, sebagaimana telah diperpanjang 11 Desember 2020 hingga 31 Desember 2021.

"Besarnya pembelian SBN di pasar perdana hingga 16 Februari 2021 sebesar Rp40,77 triliun, terdiri dari Rp18,16 triliun melalui mekanisme lelang utama dan sebesar Rp22,61 triliun melalui mekanisme greenshoe option atau GSO," bebernya.

Kondisi likuiditas yang longgar pada Januari 2021 menurut Rihando telah mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga atau AL/DPK yakni 31,64 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga atau DPK yang tinggi sebesar 10,57 persen (yoy).

"Dari besaran moneter, pertumbuhan besaran moneter M1 dan M2 pada Januari 2021 tetap tinggi, yakni sebesar masing-masing 18,7 persen (yoy) dan 11,8 persen (yoy)," jelasnya lagi. (TESTI PRISCILLA/B-6)

Berita Terbaru