Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Minahasa Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Bank Indonesia Dorong Suku Bunga Terus Menurun

  • Oleh Testi Priscilla
  • 24 Maret 2021 - 19:31 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya -Penurunan suku bunga kebijakan moneter dan longgarnya likuiditas mendorong suku bunga terus menurun, meskipun penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.

"Longgarnya likuiditas dan penurunan BI7DRR sebesar 125 bps sepanjang 2020 mendorong rendahnya rata-rata suku bunga PUAB overnight sekitar 3,04 persen," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando, Rabu 24 Maret 2021.

Suku bunga deposito 1 bulan menurut Rihando juga telah menurun sebesar 181 bps ke level 4,27 persen pada Desember 2020.

"Namun penurunan suku bunga kredit masih cenderung terbatas, yaitu hanya sebesar 83 bps ke level 9,70 persen selama 2020," katanya lagi.

Lambatnya penurunan suku bunga kredit kata Rihando disebabkan oleh masih tingginya suku bunga dasar kredit (SBDK) perbankan.

Selama 2020, di tengah penurunan suku bunga kebijakan BI7DRR dan deposito 1 bulan, SBDK perbankan baru turun sebesar 75 bps menjadi 10,11 persen.

"Hal ini menyebabkan tingginya spread SBDK dengan suku bunga BI7DRR dan deposito 1 bulan masing-masing sebesar 6,36 persen dan 5,84 persen. Dari sisi kelompok bank, SBDK tertinggi tercatat pada bank BUMN sebesar 10,79 persen diikuti oleh BPD 9,80 persen, BUSN 9,67 persen dan KCBA 6,17 persen. Dari sisi jenis kredit, SBDK kredit mikro 13,75 persen, kredit konsumsi non-KPR 10,85 persen, kredit konsumsi KPR 9,70 persen, kredit ritel 9,68%, dan kredit korporasi tercatat 9,18 persen," jelasnya.

Bank Indonesia mengharapkan perbankan dapat mempercepat penurunan suku bunga kredit sebagai upaya bersama untuk mendorong kredit/pembiayaan bagi dunia usaha dan pemulihan ekonomi nasional. (TESTI PRISCILLA/B-6)

Berita Terbaru