Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Bitung Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pemkab Murung Raya Fokus Pembangunan Perdesaan

  • Oleh Trisno
  • 01 April 2021 - 06:15 WIB

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Bupati Murung Raya Perdie M. Yoseph menyebut sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah masih terus berupaya mempercepat pembangunan perdesaan.

Dalam Musyawarah perencanan pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan secara virtual di Aula Setda Gedung A, Perdie mengatakan upaya pembangunan ditingkat pedesaan tidak lain untuk memberantas keterisolasian, keterbelakangan, kebodohan dan kemiskinan.

“Perencaaan yang bersifat partisifatif tentu sangat ditekankan dalam Musrenbang tahun ini, tentu artinya konsep perencanaan pembangunan merupakan produk dari kesepakatan dan komitmen bersama antara Pemerintah dan masyarakat,” ucap Perdie, belum lama ini.

Dalam Musrenbang yang juga dihadiri Ketua DPRD Mura Doni, Sekda Mura Hermon, para Asisten Setda Mura dan Staf ahli Bupati serta undangan lainnya itu, Perdie menjelaskan penguatan pedesaan kedepan adalah meningkatkan objek wisata alam dan budaya serta meningkatkan pembangunan infrastruktur hulu ke hilir, meningkatkan fasilitas dan menciptakan rasa keamanan.

“Tentu hal ini harus adanya serasi kepahaman, sinkronisasi dan senergitas dengan adanya pembagunan yang sangat stategis terhadap penguatan perekonomian dan pendapatan bagi daerah,” pungkas Perdie.

Dalam Musrenbang tingkat Kabupaten Murung Raya untuk tahun anggaran 2022 itu berdasarkan tema RPJMD 2018-2023, yaitu penguatan daya saing daerah dan pengembangan pedesaan didukung penguatan manajemen sumber daya aparatur.

Dalam proyeksi belanja RAPBD Kabupaten Murung Raya tahun anggaran 2022, pada rancangan awal RKPD sebesar Rp.1,2 triliun dengan target pertumbuhan PDRB sebesar 3 persen, laju inflasi 2,81 persen, angka kemiskinan sebesar 4,31 persen , tingkat pengangguran terbuka sebesar 2,13 persen , gini ratio sebesar 0,28 persen dan indeks pembangunan manusia sebesar 68 persen.

“Untuk mencapai target-target indikator tersebut diperlukan upaya dan kerja keras kita semua mengingat perubahan struktur ekonomi secara Nasional yang diakibatkan pandemi Covid-19. Tentu saja hal ini perlu dukungan stakeholder melalui sinergitas, sinkronisasi dan harmonisasi program kegiatan pembangunan, baik dalam perencanaan, pengganggaran, pelaksanaan maupun pengendalian,” tutur Perdie.

Sementara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baplitbangda) Murung Raya, Pahala Budiawan menyampaikan Pelaksanaan rancangan RKPD tahun 2022 berdasarkan undang-undnag nomor 25 tahun 2002, Permendagri nomor 86 tahun 2017 dan Permendagri nomor 90 tahun 2019 dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan terhadap pembangunan untuk mendapatkan aspirasi dan menciptakan rasa memiliki.

“Sedangkan pendekatan berjenjang dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas dalam perencanaan dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan serta rencana pembangunan diselaraskan melalui musyawarah yang dilaksanakan di tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa dan Kelurahan,” jelas Pahala. (trs)

Berita Terbaru