Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Tanjung Jabung Barat Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Awalnya Bisnis Ikan Patin, Berlanjut ke Sabu

  • Oleh Naco
  • 01 April 2021 - 12:55 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Habibi tersangka kasus sabu menyebutkan awalnya dengan Hj Minar alias Mimin (DPO) sebelum bisnis sabu sempat bisnis jual beli ikan Patin.

Habibi mengaku kenal dengan Mimin pada Idul Fitri 2020, kemudian bertukar nomor ponsel dan mereka berlanjut bisnis Ikan Patin.

Dua bulan sebelum diamankan, Minar mengatakan kepada tersangka jika ada yang mencari sabu agar menghubunginya, tersangka diminta menjualnya dengan dijanjikan upah.

Tersangka mendapat pembeli dan berhasil 3 kali memesan sabu. "Pembayaran ada saya lakukan melalui via transfer," ucap tersangka saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur.

Pertama tersangka membeli sabu seberat 0,5 gram dengan harga Rp 800 ribu, kemudian 1,5 gram dengan harga Rp 2,6 juta dan seberat 2 gram dengan harga Rp 3,6 juta, semua itu berhasil dijual.

Kemudian saat memesan yang keempat kalinya sebanyak 10 gram tersangka diamankan. Dari pengakuannya pemesanan pertama dan kedua diantar oleh orang suruhan Minar. Sementara pesanan ketiga dan keempat diantar oleh tersangka Rusmawarni alias Mawar. 

Data yang diperoleh, Kamis, 1 April 2021 terungkap kalau tersangka diamankan Anggota Ditresnarkoba Polda Kalteng pada Jumat, 4 Desember 2021 pukul 13.00 Wib.

Tersangka diciduk di barak yang ditempatinya di Jalan DI Panjaitan Selatan, Gang Asatutaqwa, Kelurahan MB Hilir, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sabu tersebut dibeli dengan harga Rp 12 juta, rencananya sabu itu untuk diedarkan lagi oleh tersangka dengan harga Rp 12,4 juta. (NACO/B-5)


TAGS:

Berita Terbaru