Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Maros Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Jadi Korban PHK Karena Pandemi, Pengrajin Kayu ini Berhasil Setelah Memanfaatkan Media Sosial

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 05 April 2021 - 05:20 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Ketika banyak usaha yang berhenti beroperasi sejak pandemi covid-19, Hengki (29) warga RT 17 Kelurahan Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur justru memulai usaha baru di bidang kerajinan kayu yang dinamakan Meubel Rehan.

Usaha tersebut memproduksi aneka produk interior dari kayu ataupun barang lain sesuai dengan pesanan konsumen.

"Saya mulai tahun lalu ketika berhenti dari perusahaan tambang di Barito Selatan. Sebenarnya saya tidak memiliki ketrampilan pertukangan tapi minat saya di sini, ini jiwa saya," ujarnya merendah saat ditemui di bengkel kerjanya yang menyatu dengan rumah tinggalnya, Minggu, 4 April 2021.

Hengki mengisahkan, dia diberhentikan saat mulai pandemi covid-19 karena perusahaan melakukan pengurangan karyawan. Beruntung sebelum itu dia sudah mulai membeli beberapa peralatan pertukangan sebagai persiapan untuk usaha mandiri kelak.

"Saya berpikir bahwa sebagus apapun saya bekerja, tidak selamanya saya akan berada di perusahaan, disamping itu saya tidak memiliki kebun karet seperti orang lain, makanya saya sudah mempersiapkan jauh-jauh hari," imbuhnya.

Meski merasa bahwa peralatan produksinya masih kurang, namun Hengki saat ini sudah memiliki mesin di bengkel kerjanya seperti mesin pemotong, pembelah, gerinda, ketam mini, ketam duduk dan mesin kompresor.

Dengan peralatan tersebut dia melayani berbagai pesanan konsumen karena Hengki hampir tidak pernah membuat stok barang tertentu untuk dijual.

"Saya produksi sesuai pesanan konsumen, kadang mereka yang membawa gambar desainnya, kadang juga saya yang diminta desainkan. Kalau tidak ada order baru saya coba bikin desain produk baru untuk ditawarkan," imbuhnya.

Meski penghasilannya tidak sebesar saat bekerja perusahaan pertambangan batubara, namun Hengki tetap bersyukur dan menekuni menekuni usahanya. Dia juga rajin berselancar di internet untuk mencari ide-ide desain produk sekaligus aktif mempublikasikan hasil karyanya di media sosial.

"Saya termotivasi mengembangkan usaha ini saat mengikuti pelatihan membangun jiwa wirausaha saat pandemi beberapa bulan lalu, saya sangat terbantu dengan adanya media sosial karena rumah saya bukan dipinggir jalan," ujarnya.

Pria yang memiliki dua orang anak ini percaya bahwa walau banyak orang yang dapat memproduksi barang yang lebih bagus dari hasil karyanya namun keberuntungannya tidak akan tertukar kepada orang lain.

Berita Terbaru