Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Tanah Bumbu Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Akses Sanitasi Layak Masyarakat Kobar Capai 91 Persen

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 08 April 2021 - 13:06 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyatakan akses sanitasi layak masyarakat di Kabupaten Kobar, pada 2021 tercatat telah mencapai 91,02 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Achmad Rois menyampaikan dari 94 desa atau kelurahan ada 56 desa atau kelurahan di antaranya telah terverifikasi sebagai Desa Open Defecation Free (ODF) dan 2 dari 6 kecamatan juga telah mendeklarasikan diri ODF.

"Jadi 91,02 persen keluarga di Kobar telah menyatakan akses sanitasi layak dengan 3.139 keluarga masih berprilaku buang air besar sembarangan (BABS)," katanya, Kamis 8 April 2021.

Dinkes Kobar, Rabu 7 April 2022 mengadakan kegiatan Advokasi Penguatan Implementasi Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Pelaksanaan Pertemuan Advokasi Penguatan Implementasi Lima Pilar STBM tersebut, bertujuan untuk peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang STBM serta komitmen untuk berjejaring menggalang pemberdayaan masyarakat pada tatanan lintas sektor.

Peserta pertemuan diikuti oleh 40 orang yang terdiri dari OPD Lintas Sektor (Dinas PUPR, DLH dan DPMD), Kepala Puskesmas di wilayah Kobar, Kodim 1014 Pangkalan Bun, Koramil di 5 kecamatan di Kobar dan Babinsa dari 18 desa di wilayah Kobar.

Narasumber kegiatan ini dari Seksi Kesehatan lingkungan Dinkes Provinsi Kalteng, Kartinus Aprianus dan dari Seksi Kesehatan Lingkungan Dinkes Kobar Dortua Lince Sidabalok.

Dalam kesempatan ini Achmad Rois mengajak kepada seluruh peserta untuk tidak bosan dan fokus dalam tatanan STBM, karena masih banyak infeksi yang bisa diminimalkan untuk keselamatan bangsa.

"Jangan bosan untuk fokus dalam tatanan STBM, karena banyak infeksi yang bisa kita minimalkan dan ketika infeksi itu bisa kita minimalkan kita bisa menyelamatkan bangsa ini," pungkasnya. (DANANG/B-6)

Berita Terbaru