Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Bangka Tengah Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Penanaman Mangrove Perlu Evaluasi untuk Ukur Keberhasilan Program

  • Oleh ANTARA
  • 18 April 2021 - 20:20 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Program penanaman mangrove yang telah dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di berbagai daerah perlu untuk dievaluasi menyeluruh agar dapat mengukur keberhasilan program dalam rangka melestarikan kawasan pesisir Nusantara.

"(Penanaman mangrove) belum ada audit lingkungan dan sosial atas program itu," kata  Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim di Jakarta, Minggu.

Abdul Halim mengapresiasi penanaman mangrove yang dilakukan secara programatik di berbagai daerah oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP

Namun, menurut dia, karena belum ada evaluasi menyeluruh dari berbagai aspek sehingga sukar diukur tingkat keberhasilan dan manfaat programnya.

Selain itu ia juga mengingatkan pentingnya KKP untuk dapat membuat program terkait kelestarian lingkungan lainnya seperti menyosialisasikan larangan dalam membuang sampah plastik ke kawasan perairan seperti sungai dan laut.

Sebagaimana diwartakan KKP mendapat anggaran tambahan sebesar Rp43,34 miliar pada 2021 untuk mendukung program rehabilitasi mangrove di empat provinsi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Kamis (8/4), menjelaskan anggaran tambahan tersebut, maka pagu anggaran KKP tahun 2021 naik dari semula Rp6,49 triliun menjadi Rp6,53 triliun.

"Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S-37/MK.2/2021 tanggal 16 Maret 2021 KKP mendapatkan tambahan anggaran belanja tahun 2021 sebesar Rp43,34 miliar yang dialokasikan ke Ditjen Pengelolaan Ruang Laut," katanya.

Menteri Trenggono merinci program rehabilitasi mangrove akan dilaksanakan di empat provinsi yaitu enam kabupaten di Jawa Tengah, tiga kabupaten/kota di Banten, 10 kabupaten/kota di Jawa Barat dan 12 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan total 2.008 hektare.

"Kegiatan berupa pengadaan bibit, bantuan sarana dan kegiatan pendukung, yang dilaksanakan melalui sistem padat karya dengan komponen upah yang dibayarkan sebesar Rp9,64 miliar," katanya.

Selain itu Menteri Trenggono mengungkapkan juga telah menganggarkan Rp12,43 miliar untuk kegiatan rehabilitasi mangrove seluas 391,17 hektare melalui program padat karya tunai.

"Untuk kegiatan rehabilitasi kawasan mangrove pada 2021, berupa penanaman mangrove melalui anggaran reguler (Rp12,43 miliar) seluas 391,17 hektare melalui padat karya tunai yang melibatkan 1.673 org dg 16.378 hari orang kerja," ujarnya.

Menteri Trenggono menuturkan program rehabilitasi mangrove dilakukan mengingat ada 19 persen atau sekitar 637,6 ribu hektare ekosistem mangrove Indonesia kini berada dalam kondisi kritis.

ANTARA

Berita Terbaru