Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Siak Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Energi Baru Terbarukan dari Limbah Sawit Bagi Mitigasi Perubahan Iklim

  • Oleh ANTARA
  • 23 April 2021 - 04:00 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Pemanasan global merupakan satu permasalahan yang berdampak pada perubahan iklim. Pemanasan global disebabkan oleh meningkatnya emisi gas rumah kaca.

Jika emisi gas rumah kaca tidak terkendali, bahkan terus meningkat, maka akan memperbesar risiko pemanasan global yang terjadi sehingga memicu dampak perubahan iklim yang signifikan.

Pemanasan global dan perubahan iklim itu akan memunculkan berbagai risiko mendatang yang bisa mengancam kehidupan manusia, di antaranya terganggunya pola hujan, meningkatnya risiko banjir secara signifikan, risiko kekeringan yang makin tinggi, yang di kemudian hari bisa berdampak pada produktivitas sektor pertanian hingga akhirnya menyebabkan terganggunya ketahanan pangan.

Untuk mencegah kondisi makin buruk, maka perlu dilakukan upaya mitigasi perubahan iklim, salah satunya dengan mengelola sumber-sumber peningkat gas emisi rumah kaca dalam rangka mengurangi pencemaran terhadap lingkungan.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca 29 persen pada 2030 dengan usaha sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional.

Salah satu yang menjadi sorotan pemerintah Indonesia adalah mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan menggantinya dengan energi baru terbarukan serta mengendalikan sumber-sumber yang bisa meningkatkan emisi gas rumah kaca termasuk kebakaran hutan dan lahan serta pencemaran lingkungan akibat sampah dan limbah.

Peningkatan emisi gas rumah kaca bisa dipengaruhi oleh meningkatnya pelepasan gas metana dan karbondioksida ke atmosfer secara terus-menerus. Gas metana dan karbondioksida tersebut dapat dikontribusikan dari aktivitas manusia dan industri.

Di antara berbagai sumber, gas metana dan karbondioksida bisa berasal dari limbah cair sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME).

Indonesia merupakan produsen minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) terbesar di dunia. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menghasilkan sebanyak 2,5-3 ton limbah cair atau POME dari setiap produksi satu ton CPO.

Menurut Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, POME tersebut berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikendalikan karena secara alami menghasilkan biogas dengan kandungan 50-70 persen gas metana dan 25-45 persen gas karbondioksida yang berbahaya untuk lingkungan karena dapat memperburuk efek gas rumah kaca.

Berita Terbaru