Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Buru Selatan Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Atasi Kelangkaan, Elpiji 3 Kilogram Dipasok dari Tabalong

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 06 Mei 2021 - 21:20 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Manajer Operasional Produksi Stasiun Pengisian Bulk Elpiji atau SPBE Lenggang, Cenggolan S Landay mengungkapkan, untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Barito Timur, selama dua hari terakhir pasokan didatangkan dari Kabupaten Tabalong, Kalsel.

"Armada kami yang rusak sebenarnya sudah stand by semua, namun karena saat ini bagian produksi perusahaan kami sedang diaudit oleh Pertamina sehingga untuk sementara kami alihkan pasokan dari Tanjung Tabalong," ungkap pria yang akrab dipanggil Aceng ini via sambungan telepon.

Sedangkan jumlah pasokan elpiji 3 kilogram dari Tanjung, lanjut dia, menyesuaikan loading order yang dimiliki oleh masing-masing distributor.

"Mudah-mudahan nanti lebaran sudah normal semua," tandasnya.

Sementara itu, pemilik pangkalan elpiji 3 kilogram di jalan A Yani Tamiang Layang, Viktor A Ngindra mengaku, dalam seminggu terakhir pangkalannya mendapatkan pasokan elpiji sebanyak dua kali dengan jumlah 140 tabung setiap kali pengiriman.

"Memang kondisinya seperti ini, kami dari pangkalan juga tidak mempermainkan penyaluran elpiji, kalau ada kami jual habis ke masyarakat," tegas Viktor.

Untuk menghindari kelangkaan elpiji 3 kilogram, Viktor berharap masyarakat yang tidak masuk kategori rakyat miskin agar beralih menggunakan bright gas.

"Ini sebenarnya yang sering ribut mengeluhkan kekosongan elpiji 3 kilogram justru masyarakat yang mampu," tambahnya.

Pantauan Borneonews, puluhan warga mengantri tanpa menjaga jarak di pangkalan tersebut. Melihat antrian yang tidak mematuhi protokol kesehatan Viktor sempat menutup pangkalan. Setelah dibantu anggota kepolisian dari Polsek Dusun Timur akhirnya warga yang membeli elpiji dapat dilayani kembali.

"Saya sudah antri dari jam 10 dan sekarang baru dapat. Harga di pangkalan tetap 20 ribu," ungkap Mila, salah warga Tamiang Layang yang ditemui di lokasi dan sudah mengantri selama 3 jam. (BOLE MALO/B-5)

Berita Terbaru