Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pemalang Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Ini yang Ditemukan DLH Barito Timur Terkait Penyebab Keruhnya Air Sungai Tewah Pupuh

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 13 Mei 2021 - 22:10 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Barito Timur menindaklanjuti laporan Misranto Djan Djam, warga RT 04 Desa Tewah Pupuh terkait keruhnya air sungai yang merupakan sumber air bersih di desa tersebut.

"Kemarin tim kami dari bidang penaatan hukum dan pengendalian pencemaran lingkungan yang langsung saya pimpin bersama warga pelapor dan pihak perusahaan PT BNJM dan PT TEI, sudah turun ke lapangan," ungkap Lurikto, Kamis, 13 Mei 2021.

Menurutnya, dari hasil cek lapangan tersebut, dtemukan di lapangan bahwa sumber pencemaran diduga berasal dari jalan hauling milik PT BNJM yang beberapa waktu lalu juga dikeluhkan warga Desa Tewah Pupuh.

"Disaat hujan turun air yang bercampur dengan tanah dari jalan hauling menjadi lumpur yang langsung mengalir ke Sungai Tewah Pupuh karena settling pond (kolam pengendapan) sudah penuh dengan endapan lumpur," tambah Lurikto.

Dia mengungkapkan, terdapat tiga titik yang menjadi sumber aliran lumpur saat hujan, kemudian ada satu titik yang terparah yakni hulu dari Sungai Tewah Pupuh.

"Kalau kami melihat memang dari jalan hauling, sehingga kami punya kesimpulan agar pihak PT BNJM membenahinya, misalkan hujan turun pasti akan terjadi lagi seperti itu, keinginan kami agar dilakukan pembenahan sesuai aturan pembuatan settling pond pada tiga titik yang sudah dicek," jelasnya.

Agak berbeda dengan keterangan Lurikto, Misranto Djan Djam yang dihubungi terpisah mengungkapkan fakta yang ditemukan di lapangan, PT BNJM selama ini tidak membuat kolam pengendapan sama sekali.

"Seharusnya juga gorong-gorong yang dipasang ukurannya besar, gorong-gorong yang terpasang saat ini tidak sesuai dengan debit air pada saat hujan turun," kata Misranto.

Dia menjelaskan, karena gorong-gorong tersebut berukuran kecil maka saat debit air yang mengalir besar akan membentuk pusaran di mulut gorong-gorong sehingga makin memperkeruh air yang mengalir ke Sungai Tewah Pupuh.

"Jadi air itu seperti diaduk sebelum dikirim ke sungai. Selain itu harusnya dibuatkan kolam pengendapan tiga tingkat dari kedua sisi untuk menahan air lumpur sebelum dialirkan kembali ke sungai," lanjut Misranto.

Dia berpandangan, jika pihak PT BNJM memiliki niat baik untuk melindungi sumber air bagi warga Desa Tewah Pupuh maka mereka akan memenuhi standar pengelolaan jalan hauling sehingga tidak mencemari air sungai serta tidak perlu membuatkan sumur bagi warga.

Berita Terbaru