Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Buru Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

BMKG Peringatkan Adanya Hujan Badai Hingga Picu Banjir di Kalsel

  • Oleh ANTARA
  • 15 Mei 2021 - 07:00 WIB

BORNEONEWS, Banjarbaru - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan terjadinya hujan badai hingga berpotensi memicu bencana banjir pada sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Saat ini musim peralihan dari hujan menuju musim kemarau dengan potensi hujan memiliki intensitas yang juga bervariasi. Namun umumnya hujan badai yaitu hujan yang disertai kilat atau petir dan angin kencang dengan durasi yang lebih singkat," terang prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Putri Cahyaningsih, Jumat 14 Mei 2021.

Menyinggung bencana banjir besar yang melanda lima desa di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu pada hari ini, menurut Putri daerah Satui termasuk dalam wilayah non zona musim. Artinya wilayah tersebut tidak mempunyai batas yang jelas antar periode musim, sehingga dapat dikatakan cuacanya tidak terlalu dipengaruhi musim pada umumnya.

Diketahui berdasarkan prakiraan musim kemarau (PMK) yang dikeluarkan oleh Stasiun Klimatologi Banjarbaru, awal musim kemarau 2021 umumnya terjadi pada bulan Mei sampai Juli 2021 tergantung zona musim tiap daerah.

"Untuk Satui dan beberapa wilayah lain yang termasuk non zona musim bisa saja berpotensi hujan terus terjadi meski di daerah lain telah memasuki musim kemarau alias hari tanpa hujan," jelasnya.

Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor juga merilis prakiraan cuaca pada Sabtu (15/5) untuk Kalimantan Selatan yang sebagian terjadi hujan petir yaitu Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Sedangkan wilayah lainnya yaitu Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tapin, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Kotabaru diperkirakan terjadi hujan sedang hingga lebat.

"Potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 meter di wilayah perairan selatan Kalimantan Selatan dan perairan Kotabaru juga harus diwaspadai nelayan, kapal tongkang dan kapal ferry saat hujan lebat terjadi," tandas Putri.

ANTARA

Berita Terbaru