Aplikasi Pilkada Terintegrasi dengan Excel

IT Konsultan Terbaik Indonesia

PT Citra Borneo Utama dan Grand Resources Group Teken Kontrak Jual Beli Produk Turunan Kelapa Sawit Senilai 10 Juta US Dolar

  • Oleh Testi Priscilla
  • 20 Mei 2021 - 18:10 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Citra Borneo Utama atau CBU dan Grand Resources Group Pte, Ltd. melakukan perjanjian kerjasama jual beli atau Offtake Agreement penyediaan produk turunan kelapa sawit, yakni Stearin dan Olein senilai US$10 juta sebagai kontrak awal.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Marketing Deputy Director CBU, Monica Putri bersama  Robert Xiu Qiang dari GRGS pada Rabu, 12 Mei 2021 lalu secara virtual di antara 2 negara Indonesia dan Singapura, dengan disaksikan langsung CEO PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. Vallauthan Subraminam, CEO Citra Borneo Indah Group Rimbun Situmorang dan Direktur CBU Balakrisnan Naidu.

Monica Putri menjelaskan tujuan kerjasama untuk memastikan rencana penyediaan stearin dan olein. GRGS mendapatkan keuntungan dalam mendapatkan supply tetap stearin dan olein, yang mana produk tersebut terbilang masih langka dipasaran dunia. Sedangkan CBU mendapatkan keuntungan dengan adanya pembeli tetap.

"Hal tersebut menjadi tonggak penting bagi CBU dalam mengembangkan bisnis serta kualitas dari setiap produk yang dihasilkan. Ini menjadi milestone penting bagi kedua belah pihak, diharapkan setelah penandatanganan ini dapat dilanjutkan dengan kerjasama yang saling menguntungkan dan dapat dikembangkan," terangnya.

CBU merupakan perusahaan refinery atau pabrik penyulingan dan fraksinasi minyak kelapa sawit yang 32 persen sahamnya dimiliki oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). Produk CBU dari turunan minyak sawit dihasilkan dengan proses penggilingan dan pemurnian, proses pertama adalah fraksinasi yakni dengan kristalisasi dan proses pemisahan yakni menghasilkan bentuk padat (stearin), dan bentuk cair (olein). GRGS adalah anak perusahaan dari Grand Industrial Holding Co Ltd. perusahaan besar yang bergerak diberbagai macam industri asal China.

"Ke depannya kita berharap bahwa dengan adanya kerjasama itu dapat memberikan support kepada CBU terhadap keberlangsungan bisnis usaha yang sangat menjanjikan bagi seluruh pemegang saham dan para pemangku kepentingannya. Adapun untuk sumber pasokan bahan baku CPO-nya, CBU saat ini masih mendapatkan distribusi penuh dari SSMS, sebesar 80 persen dari kapasitas yang dimiliki CBU berasal dari CPO SSMS, 20 persen lainnya bisa didapatkan dari pihak ke-3," katanya.

Sebelumnya, diketahui bahwa pada akhir 2020, SSMS menambah porsi kepemilikan sahamnya di CBU sebesar 32 persen dari sebelumnya hanya sebesar 19 persen. SSMS optimis dari peningkatan kepemilikan saham tersebut diharapkan perseroan dapat meningkatkan likuiditas dan keuntungan di masa depan. (TESTI PRISCILLA/B-11)

Berita Terbaru