Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Yalimo Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pembatasan Jam Buka Bagi Pedagang di Tengah Pandemi Covid-19 Bukan Berarti Larangan Berdagang

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 11 Juni 2021 - 20:20 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Selatan Mikro, dengan dikeluarkannya aturan jam buka untuk pelaku UMKM dan pedagang kuliner hingga pukul 21.00 WIB, mendapat keluhan dari para pedagang, di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Mendapat keluhan dari para pedagang, Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah menjelaskan, bahwa Pemkab Kobar melalui Satgas covid 19 Kotawaringin Barat, pada prinsipnya tidak melarang masyarakat untuk berjualan, akan tetapi pihaknya memberikan batas aktivitas guna mencegah penyebaran Covid-19 akibat timbulnya kerumunan.

"Kami meminta kesadaran seluruh lapisan masyarakat Kobar yang berprofesi sebagai pedagang UMKM yang berjualan pada malam hari untuk taat terhadap protokol kesehatan," kata Ahmdi, Jumat, 11 Juni 2021.

Ahmadi menjelaskan, bahwa memang aturan batas buka sampai pukul 21.00 WIB. Namun, Pemda Kobar memberikan kebijakan, pedagang diizinkan untuk melayani pembeli diatas pukul 21.00 dengan syarat tidak melayani pembeli makan di tempat.

"Kita juga meminta agar kursi - kursi yang digunakan untuk berjualan ini ditutup atau ditiadakan, sehingga tidak ada potensi masyarakat atau pembeli yang duduk nongkrong untuk menikmati makanan yang dijual yang bisa berpotensi memicu kerumunan," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar para pedagang UMKM dapat memahami dan mematuhi anjuran pemerintah. Seperti, selama berjualan wajib menerapkan protokol kesehatan, pakai masker dan menyediakan sarana untuk penerapan prokes.

Ahmadi menegaskan, apabila prokes tidak dapat dijalankan dengan disiplin, maka konsekuensinya jelas. Satgas Covid-19 Kobar akan menindak tegas dengan melakukan penutupan.

"Jadi pedagang diberi waktu melayani pembeli makan ditempat sampai pukul 21.00 WIB, selanjutnya diatas jam tersebut maka pesanan  harus dibungkus. Kemudian maskernya jangan sampai dipasang di dagu atau tidak digunakan, apabila kita dapati pelanggaran Prokes, maka sekali lagi kami akan tindak tegas dan kita tutup," tegasnya. (DANANG/B-5)

Berita Terbaru