Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Banjarmasin Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Waket II DPRD Kobar Monitoring PPKM Mikro di Desa, Berikut Hasilnya

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 17 Juli 2021 - 19:31 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Bambang Suherman telah melakukan monitoring kesejumlah desa melihat pelaksanaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

"Beberapa hari ini kami melakukan monitoring ke desa setiap Dapil untuk melihat pelaksanaan PPKM mikro," katanya, Sabtu 17 Juli 2021.

Bambang mengungkapkan dirinya melakukan monitoring ke Desa Riam Durian, Kinjil, Dawak, Sagu, Sukamulya dan Suka Makmur. Ternyata untuk di desa yang jauh dari kota lebih tertib menjalankan protokol kesehatan. Mereka betul - betul sangat menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19.

"Alhamdulillah di sana masyarakat sudah disiplin yang namanya protokol kesehatan, baik untuk mencuci tangan, menggunakan masker, menjauh dari kerumunan, bahkan mereka isolasi mandiri," jelasnya.

Bambang mencontohkan di desa banyak para petani tinggal di ladang. Apalagi sekarang sedang musim durian, sehingga mereka tinggal di kebun sambil menunggu durian jatuh. Tentu kegiatan atau kearifan lokal masyarakat setempat secara tidak langsung mengurangi kontak dan mobilitas antar orang.

Oleh sebab itu pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan suatu education, pengarahan dan jangan sampai untuk menakut-nakuti masyarakat. Mengingat Covid-19 ini sepertinya tidak akan musnah dan manusia akan hidup berdampingan dengan Covid-19. Tentu hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh presiden. Untuk itu, hal yang penting adalah membentuk Herd Imunity atau kekebalan tubuh, sehingga kebal terhadap virus.

"Melalui program vaksinasi inilah salah satu upaya pemerintah dalam membentuk Herd Imunity," ungkapnya.

Namun kata Bambang memang ada permasalahan terkait dengan ketersediaan vaksin yang ada. Saat ini masyarakat antusias untuk divaksin, tetapi vaksin yang ada masih keterbatasan.

"Nah ini mudah-mudahan menjadi pemikiran untuk pemerintah daerah, khususnya gugus tugas terutama dinas kesehatan, bagaimana untuk berupaya agar vaksin tersebut segera bisa memenuhi kuota yang diperlukan," tuturnya. (DANANG/B-6)

Berita Terbaru