Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Kaimana Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Hasil Swab PCR RS Siloam Palangka Raya Dipertanyakan

  • Oleh Hermawan Dian Permana
  • 17 Juli 2021 - 18:25 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rumah Sakit (RS) Siloam Palangka Raya mendapatkan somasi atas hasil Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) rumah sakit tersebut.

"Dari bukti hasil fisik yang diberikan (RS Siloam) kepada saya, saya positif, namun hasil yang dilaporkan ke pemerintah di aplikasi peduli lindungi saya negatif," tutur Winda Saragih kepada Borneonews, Sabtu sore, 16 Juli 2021.

Winda menceritakan, semua itu berawal dari pihaknya yang akan melakukan kunjungan lapangan ke dua lokasi di Kalteng. Saat itu pada 3 Juni 2021 ia berangkat dari Bali, dan sudah melakukan PCR dengan hasil negatif.

Kemudian pada tanggal 4 Juni dilakukan PCR ulang di Jakarta untuk kebutuhan berangkat ke Palangka Raya dan akhirnya pada 5 Juni melakukan penerbangan. Keesokan harinya Winda kembali PCR dengan hasil negatif.

Selesai melakukan aktivitas di lokasi pertama di Kalteng pada 8 Juni ia bersama rombongan kembali melakukan test PCR di RS Siloam. 

"Pada tanggal 9 Juni 2021 saya melakukan tes PCR Covid untuk syarat masuk menuju lokasi ke dua di RS Siloam Palangka Raya," tutur Winda.

Winda menjelaskan, pengambilan spesimen dilakukan langsung di RS Siloam Palangka Raya sekitar pada pukul 7 atau 8 pagi. Pihaknya mengambil paket PCR same day yang hasilnya keluar pada hari yang sama.

Kemudian diceritakan pada hari yang sama sekitar pukul 4 atau 5 sore waktu Palangka Raya menerima hasil Tes PCR Covid 19 dari pihak Rumah Sakit Siloam Palangka Raya dengan hasil positif, dengan CT 25.1 dan semua itu diinformasikan via pesan Whatsapp.

"Saya tidak percaya dengan hasil positif tersebut, karena saya dalam keadaan sangat sehat, saya juga sudah vaksin, dan tidak ada gejala dan interaksi dengan orang-orqng positif covid," tambahnya.

Setelah itu pada hari yang sama sekitar pukul 18.00 ia melakukan tes Swab Antigen Covid 19 di salah satu Laboratorium BUMN di kota Palangka Raya, dan 30 menit kemudian ia mendapatkan hasil negatif.

Berita Terbaru