Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Manokwari Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Anggota DPR: KKP Perlu Rutin Awasi Keselamatan Nelayan

  • Oleh ANTARA
  • 19 Juli 2021 - 02:00 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR Slamet menyatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) perlu lebih rutin dalam mengawasi keselamatan nelayan agar tragedi tenggelamnya kapal nelayan tidak terjadi lagi pada masa mendatang.

Slamet dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, mengucapkan belasungkawa dan menyatakan prihatin dengan kejadian tenggelamnya 14 kapal nelayan di Kalimantan Barat yang telah menyebabkan sedikitnya 40 nelayan masih belum ditemukan.

“Tentunya masalah ini perlu mendapatkan perhatian serius dari kita semua, sebab ini adalah kejadian yang luar biasa karena puluhan kapal nelayan tenggelam pada waktu yang nyaris bersamaan," ujar Slamet.

Ia berpendapat bahwa tragedi tenggelamnya 14 kapal nelayan di perairan Kalimantan Barat pada 13-15 Juli 2021, adalah sebuah peristiwa besar yang harus jadi pelajaran pemerintah dalam hal ini KKP.

Slamet mengingatkan bahwa prosedur standar pemeriksaan peralatan keselamatan melaut harus menjadi pekerjaan rutin petugas KKP di lapangan.


"Inspeksi peralatan keselamatan di kapal sebelum melaut dan bantuan KKP untuk memenuhinya harus menjadi hal prioritas yang rutin dilakukan oleh petugas KKP di lapangan," ujarnya.

Ke depannya, kata Slamet, musibah ini harus menjadi perhatian bagi seluruh pemangku kepentingan kelautan dan perikanan untuk tidak abai dalam upaya perlindungan dan pemberdayaan nelayan.

Sebelumnya, KKP mengimbau nelayan dan pemilik kapal perikanan untuk waspada menghadapi cuaca ekstrim dengan mematuhi standar operasional kapal perikanan atau tidak melaut hingga cuaca kembali normal.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Muhammad Zaini dalam meminta agar seluruh nelayan dan pemilik kapal perikanan di Indonesia tetap memperhatikan informasi cuaca yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.

Hal ini, lanjutnya, sebagai langkah antisipasi atas karamnya empat belas kapal perikanan akibat cuaca buruk di perairan Muara Jungkat, Muara Pemangkat dan Muara Kubu, Kalimantan Barat

"Saya turut berduka atas kejadian tersebut. Saya menerima laporan dari Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat telah terjadi musibah kapal karam di wilayah tersebut karena tingginya gelombang dan cuaca buruk, yang semula dua kapal menjadi menjadi empat belas per tanggal 15 Juli kemarin," paparnya.

Berita Terbaru