Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Lima Puluh Kota Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

BPBD, Kemenag dan Disdik Kembali Bahas Rencana PTM Terbatas di Barito Timur

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 22 Juli 2021 - 13:45 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran, Kantor Kementerian Agama serta Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur kembali membahas rencana pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas tahun ajaran 2021/2022 yang sempat ditunda.

Seperti diketahui, PTM terbatas seharusnya telah dimulai tanggal 12 Juli 2021, namun ditunda dengan batas waktu yang tidak ditentukan akibat kembali meningkatnya kasus positif covid-19 di Barito Timur.

Namun dalam rapat koordinasi Kepala Kantor Kemenag Barito Timur, Abdul Majid Rahimi menyampaikan berbagai keluhan dari masyarakat terkait kegiatan belajar dari rumah.

"Orang tua dan siswa mulai bosan, apalagi siswa kelas 1 sekolah dasar mereka sulit diajarkan membaca dan menulis dengan daring," ungkap Abdul Majid dalam rapat koordinasi bersama BPBD Damkar dan Dinas Pendidikan, Kamis, 22 Juli 2021.

Karena itu, untuk mempersiapkan PTM terbatas jajaran kantor kementerian agama mulai mempersiapkan protokol pelaksanaan PTM terbatas serta persetujuan orang tua siswa.

"Prinsipnya kantor kemenag mendukung PTM terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat serta seluruh tenaga pendidik harus divaksin," tegasnya.

Sementara itu, data dari dinas pendidikan menyebutkan, dari 1.934 guru SD yang ada di Barito Timur, 1.351 diantaranya sudah menerima vaksin covid-19. Sedangkan guru SMP yang berjumlah 706, sebanyak 589 diantaranya sudah menerima vaksin.

Kepala Pelaksana BPBD Damkar, Riza Rahmadi mengungkapkan, hasil rapat koordinasi menyepakati untuk melanjutkan rencana pelaksanaan PTM terbatas karena saat ini Barito Timur berada di level 2 PPKM sehingga masih memungkinkan untuk melaksanakan PTM terbatas.

"Kita akan menyampaikan kepada kepala daerah nanti untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka karena semua instansi terkait juga optimis untuk melakukan ini," ujar Riza usai rapat.

Menurutnya, PTM terbatas nanti hanya dilakukan selama 2 jam. Pelaksanaan PTM terbatas juga akan selalu dievaluasi untuk memastikan kegiatan tersebut aman dari penularan covid-19.

Pelaksanaan PTM terbatas juga akan diprioritaskan kepada wilayah-wilayah yang termasuk zona hijau covid-19, memiliki sedikit penduduk serta sulit mendapatkan akses internet.

"Setelah berjalan nanti jika dilihat terjadi peningkatan kasus covid-19 maka sewaktu-waktu PTM terbatas dapat kembali dihentikan," tandasnya. (BOLE MALO/B-7)

Berita Terbaru