Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pesawaran Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Polres Lamandau Benarkan Ada Dugaan Pembakaran dan Penganiayaan oleh Sekelompok Orang

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 05 Agustus 2021 - 18:45 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Polres Lamandau membenarkan adanya peristiwa dugaan pembakaran kamp karyawan di area Kebun Desa Suja dan Bakonsu, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau. Tak hanya dugaan pembakaran kamp, polres juga membenarkan adanya dugaan penganiayaan dalam peristiwa tersebut. 

Hal itu diungkapkan Kapolres Lamandau AKBP Arif Budi Purnomo, saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Kamis 5 Agustus 2021.

Didampingi Kabagops-nya Kapolres Arif Budi menjelaskan, peristiwa dugaan pembakaran kamp terjadi pada Selasa 3 Agustus 2021 sekira pukul 11.30 WIB. Lokasi peristiwa berada di areal perkebunan Desa Suja, Kecamatan Lamandau. 

"Kamp yang diduga dibakar merupakan bangunan yang selama ini ditempati karyawan yang bekerja mengelola Kebun Desa Suja dan Kebun Desa Bakonsu, letak kamp-nya  sendiri masuk wilayah Desa Suja, Kecamatan Lamandau," jelas Kapolres Arif. 

Kamp tersebut merupakan tempat karyawan yang dibangun oleh Koperasi Sekobat Jaya Mandiri. Koperasi tersebut merupakan pihak yang ditunjuk oleh pemdes Suja dan Bakonsu untuk mengelola kebun yang diperoleh dari PT Pilar Wanapersada berdasarkan akta perdamaian dan putusan Pengadilan Negeri Nanga Bulik, beberapa waktu lalu. 

"Berkaitan dengan peristiwa itu pula, terduga korban telah membuat laporan resmi terkait dugaan tindak pidana pengancaman,  pengrusakan dan juga penganiayaan. Saat ini kita juga sedang melakukan penyelidikan, sejumlah saksi-saksi sudah mulai kita periksa," tegasnya. 

Pasca adanya peristiwa dugaan pembakaran dan penganiayaan tersebut, Kapolres Lamandau didampingi sejumlah personelnya turun langsung ke lapangan. Dari informasi yang didapat, sekitar 20 sampai 30 orang diduga terlibat dalam aksi pengusiran karyawan hingga berujung dugaan pembakaran dan penganiayaan itu.

"Belum dapat kita pastikan siapa dan dari mana mereka (20 sampai 30 orang terduga pelaku penyerangan) tersebut. Nanti ya, saat ini masih kita dalami semua. Termasuk kita juga masih menyelidiki motifnya," pungkas Kapolres. 

Peristiwa dugaan pembakaran kamp karyawan kebun Desa Suja-Bakonsu tersebut kini ramai menjadi perbincangan, baik di dunia nyata utamanya di media sosial.

Banyak yang menduga bahwa peristiwa itu terjadi karena persoalan sengketa kepemilikan dan pengelolaan lahan, salahsatu pihak yang mengklaim punya kewenangan mengelola lahan tersebut dan mencoba merebutnya dengan mengerahkan massa. (HENDI NURFALAH/B-5)

Berita Terbaru