Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sekadau Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

AS Rebut Emas 4x400m Putri, Allyson Felix Sebelas Medali

  • Oleh ANTARA
  • 08 Agustus 2021 - 13:00 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Amerika Serikat merebut medali emas Olimpiade ketujuh berturut-turutnya dalam nomor estafet 4x400m putri pada saat bersamaan salah satu pelarinya Allyson Felix memenangkan emas keempat kalinya dalam nomor ini sehingga kini total mengoleksi 11 medali Olimpiade.

Ini adalah jumlah medali atletik terbanyak sepanjang masa yang bisa diraih atlet Amerika Serikat dan terbanyak sepanjang masa yang diraih atlet atletik putri mana pun di dunia ini.

Polandia melanjutkan performa mengesankan mereka dalam nomor estafet Olimpiade Tokyo setelah memenangi estafet campuran 4x400 perdana. Mereka merebut medali perak, sedangkan Jamaika yang sudah tiga kali memenangkan perak berturut-turut, harus puas dengan medali perunggu.

AS mungkin saja menurunkan tiga tim untuk menyapu podium karena dominasi mereka dalam nomor ini tetapi "tim utama" mereka sudah cukup untuk memenangkan lomba ini.

Selain Felix, mereka memasang Sydney McLaughlin dan Dalilah Muhammad sebagai pelari pertama dan kedua yang keduanya finis pertama dan kedua nomor lari gawang 400m putri, pelari terakhir Mu Athing yang menjuarai 800m putri.


Seperti sudah diperkirakan, tim mereka adalah kombinasi tak terbendung di mana catatan waktu mereka yang 3:16,85 membuat mereka berselisih jauh empat detik di depan Polandia, yang mencatat waktu 3:20,53 yang merupakan rekor nasional Polandia.

Medali perunggu Felix dalam nomor 400m putri sehari sebelumnya menjadikan dia perempuan terbanyak yang mendapatkan medali atletik Olimpiade, sedangkan emas kelimanya menjadikan dia total sudah mengumpulkan 11 medali.

Jumlah itu satu lebih banyak dari legenda atletik Amerika Serikat Carl Lewis sebagai peraih medali Olimpiade terbanyak sebelum ini.

Felix hanya berselisih satu medali dari peraih medali atletik terbanyak sepanjang masa, yakni pelari jarak jauh Finlandia Paavo Nurmi yang menguasai lomba pada era 1920-an, demikian laporan Reuters.

ANTARA

Berita Terbaru