Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Karo Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Akuisisi Lionel Messi Menyingkapkan Lagi Kapitalisme Sepak Bola

  • Oleh ANTARA
  • 14 Agustus 2021 - 20:10 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Laksana mereka yang getol menawarkan pinjaman lewat pesan sms atau whatsapp karena yakin semua orang terhimpit masalah dana selama pandemi, pengelola dana raksasa dunia menawarkan dana kepada berbagai industri di seluruh dunia yang terhuyung-huyung ditabrak dampak buruk pandemi terhadap arus pendapatan, termasuk industri sepak bola Eropa.

Tak ada yang salah untuk mereka yang rajin menawarkan pinjaman lewat sms atau whatsapp. Pertama, karena si penawar pinjaman sedang berusaha meniagakan jasanya meskipun terlihat manis hari ini tapi bisa pahit di kemudian hari. Kedua, dan ini yang terpenting, si penerima tawaran pinjaman memiliki kuasa untuk menolaknya.

Kalaupun ada yang mesti disalahkan, maka itu adalah mereka yang tidak bisa melindungi data konsumen dan data pribadi orang lain.

Namun tulisan ini tak membahas hal itu, melainkan yang dilakukan liga-liga sepakbola Eropa setelah akuisisi Lionel Messi oleh Paris Saint Germain (PSG) mencuatkan kembali dilema pemberi modal dan penerima modal.

Transfer Messi kepada Paris Saint Germain memang kian mencuatkan kisah lain yang sampai kini masih panas di Spanyol, yakni kontroversi kesepakatan investasi antara perusahaan ekuitas swasta raksasa CVC Capital Partners dan La Liga.

Kesepakatan itu didukung oleh hampir semua klub La Liga, tapi ditentang Barcelona, Real Madrid dan Athletic Bilbao yang tak seperti kebanyakan klub Spanyol, sahamnya dimiliki oleh masyarakat yang terdaftar sebagai anggotanya.

Kesepakatan senilai 2,1 miliar euro (Rp35,5 triliun) itu disetujui oleh 37 dari total 42 klub La Liga. Satu klub lainnya yang menentang adalah klub divisi dua Real Oviedo.

Menurut Presiden La Liga Javier Tebas, sebagai imbalan dari 2,1 miliar euro yang dipompakan ke dua divisi liga Spanyol, CVC memperoleh porsi 11 persen pendapatan hak siar televisi pertandingan-pertandingan La Liga selama 50 tahun ke depan.

Dana segar dari CVC itu akan dibelanjakan untuk infrastruktur sepakbola dan modernisasi proyek-proyek sepak bola, termasuk meningkatkan kemampuan klub dalam menggaji pemain.

Nah yang terakhir itu adalah frasa yang diyakinkan Tebas kepada Presiden Barcelona Joan Laporta saat menekankan Barca mengenai aturan financial fair play di liga elite Spanyol dalam kaitannya dengan kontrak Messi.

Berita Terbaru