Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Manggarai Barat Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

PBB Desak Taliban Tahan Diri, Lindungi Hak Perempuan dan Anak

  • Oleh ANTARA
  • 16 Agustus 2021 - 13:50 WIB

BORNEONEWS, New York - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak Taliban untuk menahan diri sepenuhnya dan menyatakan keprihatinan khusus tentang masa depan perempuan dan anak perempuan di Afghanistan.

Pemberontak Taliban memasuki Kabul dan Presiden Ashraf Ghani meninggalkan Afghanistan pada Minggu (15/8). Kelompok gerilyawan itu hampir mengambil alih Afghanistan dua dekade setelah mereka digulingkan oleh invasi asing pimpinan Amerika Serikat.

"Masih ada laporan pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan pelanggaran di masyarakat yang paling terkena dampak pertempuran," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan, Minggu.

Ia mengatakan bahwa Guterres "sangat prihatin dengan masa depan perempuan dan anak perempuan, yang hak-haknya sulit dipenuhi dan harus dilindungi."

"Semua pelanggaran harus dihentikan. Dia menyerukan kepada Taliban dan semua pihak lain untuk memastikan ... hak dan kebebasan semua orang dihormati dan dilindungi," kata Dujarric, merujuk pada Guterres.

Sebelumnya, Guterres memperingatkan bahwa Afghanistan "menjadi tak terkendali" dan meminta Taliban untuk menghentikan serangan mereka.

PBB memiliki sekitar 3.000 staf lokal dan sekitar 300 staf internasional di Afghanistan. Pada Jumat (13/8), Dujarric mengatakan beberapa staf telah dipindahkan ke Kabul tetapi tidak ada yang dievakuasi dari negara itu.

"PBB tetap bertekad untuk berkontribusi pada penyelesaian damai, mempromosikan hak asasi manusia semua warga Afghanistan, terutama perempuan dan anak perempuan, dan memberikan bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan jiwa dan dukungan penting kepada warga sipil yang membutuhkan," kata Dujarric.

Dia mengatakan kebutuhan terhadap bantuan "meningkat sementara lingkungan operasi menjadi lebih terbatas karena eskalasi konflik."

Guterres meminta semua pihak untuk memastikan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.

Berita Terbaru