Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Kab. Blitar Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kelanjutan PPKM Mikro Level 3 di Lamandau Tunggu Keputusan Pusat

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 24 Agustus 2021 - 00:00 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kelanjutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro Level 3 di Kabupaten Lamandau masih menunggu keputusan pemerintah pusat. 

"Terkait PPKM Skala Mikro level 3 ini, kita masih menunggu keputusan pusat dalam hal ini Kemendagri," kata Bupati Lamandau, Hendra Lesmana, Senin sore, 23 Agustus 2021.

Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Lamandau itu juga menyebut, jika sementara ini pihaknya belum dapat memastikan kelanjutan PPKM atau tidak.

Meski demikian, Hendra Lesmana menyebutkan jika jumlah kasus positif Covid-19 di Lamandau sejak diterapkannya pembatasan mulai dari PPKM Darurat, PPKM Mikro level 4 hingga 3, berhasil ditekan.

"Kalau bicara efektif tidaknya PPKM ini kami rasa cukup efektif, terbukti dari landainya peningkatan kasus hingga penurunan kasus yang signifikan," sebutnya.

Seperti diketahui, hingga 23 Agustus 2021 Kabupaten Lamandau masih menerapkan PPKM Skala Mikro Level 3 sesuai Instruksi Nupati Lamandau nomor : 188.55/08/VIII/HUK/2021.

Dalam pelaksanaannya selama PPKM Skala Mikro Level 3, selain mengoptimalkan posco Covid-19 hingga di tingkat kelurahan dan desa, Satgas Covid-19 di Lamandau juga melakukan pengaturan jam operasional pasar, toko swalayan dan pembatasan aktivitas yang melibatkan massa dalam jumlah banyak. Tidak terkecuali juga dengan mengatur jam operasional ntuk pedagang kaki lima, toko kelontong, laundry, cucian kendaraan dan usaha kecil sejenis lainnya dengan diberikan izin operasional sampai pukul 21.00 WIB setiap harinya.

Adapun perihal pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah juga diatur dalam Instruksi Bupati tertangal 10 Agustus 2021 itu, dimana pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilaksanakan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen. (HENDI NURFALAH/B-11)

Berita Terbaru