Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Konawe Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

PGRI Kotim Khawatir Dampak Loss Learning

  • Oleh Usay Nor Rahmad
  • 26 Agustus 2021 - 17:55 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kotawaringin Timur, khawatir pembelajaran jarak jauh akan berdampak tidak baik bagi peserta didik. Salah satunya yang dikhawatirkan adalah loss learning. 

Menurut Badan Khusus Perempuan (KKP) PGRI Kotim, learning loss merupakan situasi peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan. Ini dapat terjadi baik umum atau khusus atau kemunduran secara akademis. 

"Ini terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan dalam proses pendidikan," jelas Ketua BKP PGRI Kotim, Erniati, Kamis, 26 Agustus 2021. 

BKP PGRI Kotim juga berupaya menyikapi dampak learning loss tersebut. Salah satunya dengan melakukan upaya agar guru bisa menggunakan aplikasi pembelajaran. Sehingga dapat melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan optimal.

"Sementara itu, kita tahu bajwa pembelajaran yang dilakukan dengan jarak jauh memerlukan kemampuan mengakses teknologi," katanya. 

Sebab itu, PGRI Kotim akan menggelar seminar dalam jaringan tentang penerapan pembelajaran jarak jauh dengan nearpod. Kegiatan akan dilaksanakan Sabtu 28 Agustus 2021, pukul  08.30-11.00.

Sejak diberlakukan  pembelajaran jarak jauh menuai banyak pro dan kontra di lingkungan pendidikan. Baik guru, siswa maupun orang tua peserta didik. 

Orang tua mengeluhkan kesulitan mendampingi anak belajar dan ketiadaan fasilitas belajar. Siswa mengeluhkan kesulitan memahami materi pembelajaran dan rasa bosan. Demikian juga dengan guru yang  mengeluhkan ketidakmampuan menggunakan teknologi dan minimnya fasilitas. 

"Maka dari itu kami berharap ini dapat direalisasikan sehingga terwujud pembelajaran jarak jauh yang aktif, efektif, inovatif, dan menyenangkan," pungkasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-5)

Berita Terbaru