Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Badung Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

IWAPI Dorong Perempuan Pelaku Usaha "Melek" Digital

  • Oleh ANTARA
  • 10 September 2021 - 11:00 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nita Yudi mendorong perempuan-perempuan pelaku usaha di Indonesia agar "melek" digital.

Menurut dia, masih banyak perempuan yang belum mengenal atau belum melek teknologi.

IWAPI sebagai organisasi perempuan pengusaha di Indonesia kerap memberikan edukasi dan pelatihan di bidang teknologi informasi kepada para pelaku usaha perempuan.

"Sehingga (diharapkan) no one left behind," kata Nita dalam webinar bertajuk "Peran Perempuan di Masa Pandemi" yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (9/9).



Dalam memberikan pelatihan-pelatihan, kata Nita, IWAPI menggandeng sejumlah perusahaan besar di bidang teknologi informasi seperti Microsoft, Google dan Facebook.


Sementara dari pemerintah, pihaknya menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Mudah-mudahan dengan terus kami melakukan kegiatan ini, perempuan bisa tampil dan harus bisa bangkit di masa pandemi," pesannya.

Hal senada dikatakan Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Muhammad Ihsan.

Ihsan berujar perempuan pelaku usaha harus melek teknologi agar mampu bersaing di masa pandemi.

"Beradaptasi dengan menggunakan teknologi informasi sehingga mereka lebih meningkat kapasitasnya dan siap bersaing, berkompetisi walaupun dengan situasi pandemi ini," kata Ihsan.



Menurut Ihsan, pandemi COVID-19 telah memperbesar celah kesetaraan gender.

Pandemi yang telah berlangsung selama 1,5 tahun ini berdampak negatif bagi perempuan misalnya meningkatnya beban perempuan dalam melakukan tugas-tugas domestiknya, meningkatnya angka KDRT, terjadinya pemutusan hubungan kerja, angka perceraian meningkat serta menurunnya pendapatan bagi keluarga terutama bagi perempuan pelaku usaha.

"Ini sedikit banyak mengganggu pembangunan dan arah pembangunan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan," katanya.

ANTARA

Berita Terbaru