Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Kepahiang Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kesal Sering Disuruh Tidak Sesuai Tugasnya, Seorang Cleaning Service Habisi Karyawan PT SAP

  • Oleh Wahyu Krida
  • 13 September 2021 - 14:31 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lantaran dendam dan kesal akibat sering diperintahkan bekerja tidak sesuai dengan tugas utamanya, Yusuf Rochwandi, seorang cleaning service nekad menghabisi Siti Patimah, karyawan administrasi pada PT Sinar Alam Permai (SAP) yang berlokasi di Jalan Pelabuhan CPO Sungai Kakap, Kelurahan Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat, 10 September 2021 sekitar pukul 08.40 WIB.

Dalam pers rilis yang digelar di Mapolres Kobar, Senin, 13 September 2021, Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah menjelaskan bahwa tersangka merupakan cleaning service outsourcing dari PT Athena Tagaya yang dipekerjakan di PT SAP.

"Tersangka bisa ditangkap satu jam kemudian, setelah anggota Sat Reskrim Polres Kobar melalukan olah TKP dan penyelidikan di lokasi kejadian," jelas Kapolres.

Kapolres melanjutkan, berdasarkan pengakuan tersangka kepada penyidik, perbuatan itu dilakukan lantaran ia dendam dan marah karena korban seringkali menyuruhnya melakukan pekerjaan yang dianggapnya tidak sesuai dengan tugasnya.

"Pada hari pembunuhan tersebut dilakukan, tersangka melihat korban masuk dalam gudang fiber untuk bahan bakar boiler. Saat itulah tersangka mengikuti korban masuk ke dalam gudang," jelas Kapolres.

Di dalam gudang tersebut, lanjut Kapolres, tersangka kemudian memukul korban dari belakang dan mengenai bagian pipi sebelah kanan.

"Tidak sampai di situ saja, korban kemudian memukuli kepala korban dan bagian bawah leher, hingga korban terjatuh. Saat terjatuh, tersangka masih memukuli korban dan menginjak bagian bawah lehernya," jelas Kapolres.

Akibat pukulan itu, sambungnya, korban akhirnya tewas dan tersangka kemudian menyembunyikan korban di bawah tumpukan fiber.

"Sebelumnya tersangka mengambil hp korban. Dari pengakuan tersangka, hp tersebut rencananya mau digunakan tersangka untuk menghubungi keluarga korban bahwa, saat ini korban sedang diculiknya. Agar korban bisa dikembalikan, maka tersangka rencananya meminta tebusan uang pada keluarga korban," jelas Kapolres.

Namun, lanjut Kapolres, aksi pembunuhan yang dilakukan tersangka terbongkar sekitar satu jam kemudian usai anggota Reskrim Polres Kobar melakukan olah TKP.

"Awal pencarian dan olah TKP, masih belum ditemukan keberadaan korban. Namun pada pencarian kedua, akhirnya anggota reskrim menemukan keberadan korban setelah melihat celana korban di bawah tumpukan fiber. Selain itu berdasarkan rekaman CCTV, juga terlihat ada korban masuk dalam gudang dan kemudian diikuti oleh tersangka," jelas Kapolres.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang menghilangkan nyawa seseorang dan Pasal 365 ayat 3 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. 

"Saat ini kami masih melakukan penyidikan pada kasus ini. Bila terbukti pembunuhan ini dilakukan dengan perencanaan terlebih dahulu, ada kemungkinan pasal yang menjerat tersangka bakal ditambah dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati," jelas Kapolres. (WAHYU KRIDA/B-7)

Berita Terbaru