Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Sibolga Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

September 2021 Kalteng Alami Inflasi 0,08 Persen

  • Oleh Donny Damara
  • 01 Oktober 2021 - 21:10 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama bulan September 2021, Kalteng mengalami inflasi sebesar 0,08 persen atau mengalami kenaikan indeks harga dari 106,49 di Agustus 2021 menjadi 106,58 pada September 2021.

Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro dalam rilisnya mengatakan nflasi ini karena dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok pendidikan sebesar 0,84 persen, kesehatan 0,14 persen, serta pada makanan, minuman dan tembakau 0,10 persen.

"Sedangkan inflasi tahun kalender yaitu sebesar 1,24 persen. Ini karena disebabkan oleh kenaikan indeks harga pada kelompok kesehatan 8,71 persen, makanan, minuman, dan tembakau 2,58 persen serta pakaian dan alas kaki 1,70 persen," ujarnya Jumat, 1 Oktober 2021.

Sementara itu, untuk inflasi tahun ke tahun yaitu sebesar 2,17 persen, hal ini terjadi disebabkan karena meningkatnya indeks harga di kelompok kesehatan sebesar 9,01 persen, makanan, minuman dan tembakau 4,89 persen, serta pakaian dan alas kaki 2,07 persen.

Disebutkannya bahwa, inflasi yang terjadi di Kalteng tersebut merupakan berdasarkan dua kota acuan yaitu Palangka Raya dan Sampit.


Inflasi di Palangka Raya yaitu sebesar 0,04 persen, karena dipengaruhi oleh peningkatan indeks kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,05 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,05 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,04 persen.

Sedangkan, inflasi di Sampit yakni sebesar 0,17 persen dipengaruhi oleh peningkatan kelompok pendidikan 2,20 persen, kesehatan 0,32 persen, serta kelompok pakaian dan alas
kaki 0,18 persen.

Disisi lain, dari 90 kota pantauan indek harga konsumen (IHK) nasional, ada 34 kota yang mengalami inflasi dan 56 kota deflasi selama bulan September 2021.

Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang yaitu sebesar 0,60 persen dan deflasi tertinggi terjadi di Gorontalo sebesar 0,90 persen.

Sedangkan, Palangka Raya menempati peringkat ke 32 kota inflasi dan Sampit berada di peringkat ke-23 kota inflasi. (DONNY D/B-7)
 

Berita Terbaru