Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Soppeng Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pengembangan Tanaman Porang di Kobar Harus Didukung

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 17 Oktober 2021 - 19:40 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tanaman Porang menjadi salah satu komoditas yang saat ini mulai banyak dilirik petani di Indonesia, karena memiliki potensi dan bernilai ekonomis yang cukup menjanjikan jika dikelola dengan baik.

Di Kabupaten Kotawaringin Barat, budidaya tanaman Porang susah mulai digeluti sejumlah petani, seperti petani di Kecamatan Pangkalan Lada. Para petani ini tergabung dalam anggota asosiasi petani Porang Kabupaten Kotawaringin Barat.

Untuk mendorong dan memotivasi terkait dengan pengembangan pertanian Porang yang ada di Kobar, Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Kalimantan Tengah, Bambang Purwanto melakukan kegiatan sarsehan dan dengar pendapat bersama anggota asosiasi petani Porang Kabupaten Kotawaringin Barat.

Bambang Purwanto yang langsung membidangi pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, lingkungan hidup dan juga kehutanan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya selalu memberikan dukungan kepada para petani di Kobar, agar dapat termotivasi dan juga berkembang dalam menggeluti sektor pertanian, termasuk tanaman porang.

"Saat ini banyak produk pangan impor yang beredar, maka dari itu, pemerintah daerah harus memberikan dukungan kepada para petani, untuk bisa mengembangkan jenis tanaman pangan sendiri, salah satunya adalah jenis tanaman Porang," kata Bambang Purwanto, saat dikonfirmasi, Minggu, 17 Oktober 2021.

Lanjut Bambang, jika pemerintah daerah tidak memberikan dukungan kepada para petani, dikhawatirkan mereka akan kalah bersaing  walaupun berada di negara agraris. Maka sangat disayangkan apabila tidak dikelola dengan baik.

Dengan sarasehan yang digelar, selain memberikan dukungan moril, juga sekaligus untuk bertukar pendapat mengenai bagaimana pengelolaan tanaman porang yang baik, termasuk bagaimana prospek dan kendala yang dihadapi.

"Pada saat kunjungan ke Dapil, saya memberikan dukungan kepada para petani - petani kita, agar petani kita termotivasi untuk bekerja keras, karena saat ini banyak produk ketahanan pangan itu impor, maka perlu adanya inovasi terbaru dalam pengembangan sektor pertanian," ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa adanya UU Ciptaker memberikan ruang untuk ketahanan pangan di Indonesia, pertama produksi dalam negeri dan yang kedua impor. Sehingga, petani ini harus disiapkan dengan baik untuk bersaing produk dengan impor. Baik secara kuantitas maupun kualitas.

"Sebagai anggota DPR-RI saya siap membantu para petani porang, terutama terkait dengan keperluan Alsintan untuk mengolah lahan," tuturnya.


TAGS:

Berita Terbaru