Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Teluk Wondama Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pemko Palangka Raya Hentikan Sementara Distribusi Babi

  • Oleh Hendri
  • 22 Oktober 2021 - 14:21 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya menghentikan sementara distribusi dan pasokan babi ternak dari dan keluar daerah. Hal itu menjadi upaya pencegahan meluasnya virus demam babi afrika atau African Swine Fever (ASF).

"Pemko sementara waktu memberlakukan pembatasan distribusi babi. Tidak diperkenankan babi dari wilayah lain ke Kota Palangka Raya begitu pun sebaliknya," kata Kepala Bidang Keswan Kesmavet dan PPHP, Sumardi, Jumat 22 Oktober 2021.

DPKP juga telah menerbitkan surat edaran dengan sejumlah poin penting sebagai bentuk kewaspadaan serta penanganan sebaran virus ASF di Kota Cantik.

Pertama, bagi para peternak babi yang menemukan ternaknya dalam keadaan sakit serta memiliki indikasi terpapar virus ASF diharapkan segera melapor pada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di BPP Rakumpit, Bukit Batu dan Kalampangan, atau ke DPKP pada bidang Keswan Kesmavet dan PPHP.

"Yang terpenting, jika ternak babi mati maka harus segera dikubur dan jika masih dalam kondisi sakit harus segera dipisah dengan ternak sehat. Kandangnya harus dikosongkan selama 2 bulan dan dilakukan biosecurity berupa penyemprotan disinfektan. Kami tegaskan, jangan menjual babi yang mati," ujarnya.

Berdasarkan pada hasil uji laboratorium di Balai Veteriner Banjarbaru, virus ASF memiliki pola penularan yang sangat mudah dengan masa inkubasi virus antara 4 sampai 19 hari, ternak babi yang terjangkit ASF dipastikan mati 100 persen karena ketiadaan obat atau vaksinya.

Cara menularnya dapat melalui kontak langsung antara ternak, mengalir melalui air, atau ternak memakan limbah dari ternak yang mati. Bahkan virus yang menempel pada peralatan dan kendaraan ternak serta manusia, dapat menjadi perantara sebaran.

"Untuk jumlah ternak babi hingga kemarin pagi telah mencapai 300 ekor lebih. Kerugiannya lebih dari Rp 600 Juta. Kami akan terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada peternak, sebagai upaya pencegahan sebaran virus ASF ini," pungkasnya. (HENDRI/B-6)

Berita Terbaru