Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Bitung Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Truk Muatan Berat Masih Ditemukan Terobos Jalan Kolam

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 25 Oktober 2021 - 19:35 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sempat dilakukan penjagaan ketata, pos pengawasan di pintu masuk jalan Ahmad Shaleh ruas Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama (Kolam), hampir sepekan ini sudah kosong dan hanya tersisa tenda serta saja.

Tidak adanya petugas pengawasan itu dimanfaatkan oleh truk-truk dengan muatan berat nekat melintas di ruas jalan yang saat ini sedang dalam tahap perbaikan. 

Akibatnya, di kilometer 2 dan kilometer 3 timbunan yang semula sudah mulus dan nyaman dilalui kendaraan tersebut, kini kembali menjadi lumpur. Terpaksa, kontraktor kembali melakukan penimbunan ulang di titik jalan yang kembali rusak tersebut.

Untuk diketahui, sebelumnya Gubernur Kalimantan Tengah telah melarang sementara waktu truk yang melebihi tonase melintas di ruas jalan itu.

Sementara itu, akibat kondisi tersebut, warga kembali mengeluh. Kekosongan penjagaan di pos juga menjadi sorotan hingga Odol kembali melintas.

"Sudah beberapa hari ini pos jaga kosong, jadi armada yang bermuatan berat kembali masuk dan beriringan. Ini yang menyebabkan jalan cepat rusak," kata Tiyo, warga Kelurahan Raja Seberang yang kerap melintas jalan tersebut pada Senin, 25 Oktober 2021.

Dia menuturkan, saat ini pemerintah provinsi sedang berupaya memperbaiki jalan tersebut. Di beberapa titik jalan beraspal yang hancur ditimbun dengan tanah latrit. Selanjutnya, akan kembali dilakukan pengaspalan. Namun karena truk bermuatan masuk, timbunan yang belum padat kembali rusak.

Warga lainnya, Arianto menyesalkan ketidakpedulian para sopir terhadap akses jalan itu. Seharusnya, demi kebaikan bersama untuk sementara waktu truk bermuatan barang-barang dan bahan bangunan mengalah dengan memilih jalur melalui Lamandau.

"Mereka kalau jalan bagus hajar terus, tetapi kalau sudah rusak enak saja mereka mencari alternatif jalan lain. Sementara kami warga setempat yang setiap hari melintas yang mendapat susahnya," ungkapnya.

Untuk itu, mereka berharap kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kobar agar selama jalan dalam proses perbaikan, baik satpol PP maupun Dishub kembali melakukan penjagaan. (DANANG/B-7)

Berita Terbaru