Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Karang Asem Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Menghindari Ancaman Stragflasi Kalimantan Tengah

  • Oleh Penulis Opini
  • 10 November 2021 - 13:35 WIB

BELUM lama ini Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka kenaikan harga barang secara umum atau yang dikenal dengan inflasi. Inflasi Indonesia pada Oktober dibandingkan September 2021 sebesar 0,12 persen. Sementara itu, Kalimantan Tengah mengalami inflasi 0,90 persen yang merupakan inflasi gabungan dari Kota Palangka Raya dan Kota Sampit.

Inflasi Kota Sampit pada Oktober 2021 yang sebesar 2,06 persen menjadi tertinggi di Indonesia. Komoditas yang mengalami kenaikan harga dan mempunyai andil terbesar adalah tarif air PDAM.  Sedangkan kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mempunyai andil peran 1,85 persen terhadap inflasi yang sebesar 2,06 persen tersebut.

Sebenarnya angka inflasi tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Adanya kenaikan harga barang secara umum mengindikasikan perputaran ekonomi masyarakat meningkat karena peningkatan permintaan barang. Peran pemerintah, baik pusat maupun daerah penting dalam membuat regulasi yang menjaga inflasi tidak terlalu tinggi dan tetap terkendali. Tujuannya supaya daya beli masyarakat tidak terganggu.

Permasalahan saat ini bayang bayang ketakutan semasa pemulihan ekonomi era pandemi adalah ancaman stagflasi. Stagflasi merupakan kombinasi dari inflasi yang tinggi disertai pertumbuhan ekonomi menurun dan pengangguran yang meningkat. Sementara itu, negara China sedang mengarah pada stagflasi karena data Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur China mengalami penurunan, sementara tekanan inflasi meningkat dan pertumbuhan ekonomi melambat. Hal ini dikonfirmasi oleh Zhiwei Zhang, Kepala Ekonom di Pinpoint Asset Management sebagaimana dikutip dari CNBC Internasional pada Selasa 11 November 2021.

Bagaimana dengan Indonesia Dalam perekonomian nasional, kecenderungan stagflasi sepertinya belum terjadi karena inflasi bulanan berada pada angka 0,12 persen dan inflasi tahun ke tahun menyentuh 1,66 persen. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan angka inflasi target Bank Indonesia (BI) yang sebesar 3 plus minus 1 persen. 

Sementara itu, perekonomian Indonesia triwulan III 2021 terhadap triwulan sebelumnya tumbuh 1,55 persen (q-to-q). Sedangkan pengangguran Indonesia yang dibandingkan terhadap angkatan kerja kondisi Agustus 2021 sebesar 6,49 persen turun 0,58 persen poin dibandingkan bulan Agustus tahun sebelumnya. Angka ini dinyatakan dalam Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Akan tetapi, jika dibandingkan terhadap kondisi Februari 2021 maka terjadi peningkatan 0,23 persen poin.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kondisi Kalimantan Tengah Dengan inflasi bulanan yang sebesar 0,90 persen pada Oktober 2021, inflasi tahun ke tahun yang dibandingkan Oktober tahun 2020 menyentuh angka 3,09 persen.

Sementara itu, kondisi ekonomi Kalimantan Tengah mengalami kontraksi 0,21 persen jika dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q). Sedangkan kondisi ketenagakerjaan yang dilihat dari angka TPT pada Agustus 2021 sebesar 4,53 persen atau turun 0,05 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan kondisi Februari 2021 maka terjadi kenaikan 0,28 persen poin. Ketiga kondisi ini tentunya bisa menjadi warning awal bagi semua pihak karena ancaman stagflasi masih bisa membayangi.

Perlu diperhatikan pemerintah daerah terutama oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga agar inflasi tetap terkendali. Selain itu diperlukan upaya mendorong nilai tambah usaha agar perekonomian triwulan selanjutnya bisa tumbuh dan diperlukan terobosan agar pengangguran menurun. Semua hal ini diusahakan agar Kalimantan Tengah pada khususnya tidak menuju stagflasi ke depannya.

Penulis: Agustina Elisa Dyah Purwandari, SST/Statistisi Ahli Pertama Badan Pusat Statistik Kotawaringin Barat

Berita Terbaru