Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Gadaikan Mobil Sewaan, Wanita Ini Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara

  • Oleh Apriando
  • 22 November 2021 - 21:00 WIB

BORNEONEWS Palangka Raya - Hernilawati dijatuhkan vonis 2 tahun dan 6 bulan penjara oleh majelis hakim pengadilan Negeri Palangka Raya dalam perkara tindak pidana penipuan, dengan modus menyewa mobil.

Majelis Hakim sependapat dengan Jaksa penuntut umum bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hernilawati dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan, menetapkan masa penangkapan dan penahanan dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan," ucap Majelis Hakim Alfon saat membacakan amar putusannya pada sidang di Pengadilan Negeri Palangka Raya. Senin, 22 November 2021

Menanggapi putusan tersebut terdakwa yang tidak ingin didampingi penasihat hukum mengatakan menerima. "Saya terima," ucap terdakwa singkat.

Pada persidangan sebelumnya diketahui, perkara tersebut bermula ketika terdakwa membutuhkan uang untuk survey di tempat bekerjanya dan mengambil jalan pintas dengan berpura- pura menyewa kendaraan.

Pada 4 Mei 2021 Hernilawati menghubungi Sri Wanti mengatakan ingin menyewa mobilnya selama 2 minggu dengan alasan akan digunakan keluarganya. keduanya mencapai kesepakatan penyewaan Honda Mobilio sebesar Rp 300 Ribu per hari.

Pada 5 Mei 2021, terdakwa kembali menghubungi Sriwanti menanyakan alamat dan Sriwanti meminta pembayaran selama 1 minggu atau setengah dari kesepakatan Awal.

Pada 6 Mei 2021, terdakwa menghubungi Sri Wanti kembali mengatakan hendak mengambil mobil serta meminta Nomor rekening dan Hernilawati mentransfer uang sejumlah Rp 1.500.000.

Kemudian, Hernilawati menghubungi temannya Chris Valentino meminta untuk mencarikan orang yang mau menerima penggadaian mobil jenis Honda Mobilio. Chris menghubungi Salsaliah berkomunikasi dengan inti pembicaraan harus melihat kondisi dari mobil tersebut.

Di tanggal 7 Mei 2021, terdakwa kembali menghubungi crish meminta tolong untuk mengemudikan mobil yang terdakwa ambil di rumah Sri Wanti dikarenakan terdakwa tidak bisa mengemudikan kendaraan.

Berita Terbaru