Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pemalang Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Norwegia Panggil Dubes Qatar Terkait Penahanan Jurnalis TV

  • Oleh ANTARA
  • 25 November 2021 - 08:46 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Norwegia memanggil duta besar Qatar, Rabu, untuk membahas soal penangkapan dua jurnalis TV Norwegia di Doha, ketika mereka sedang meliput persiapan dan kontroversi seputar Piala Dunia 2022.

Media tempat mereka bekerja, penyiaran publik NRK, mengatakan Halvor Ekeland dan Lokman Ghorbani ditangkap tanpa penjelasan pada Minggu malam, tepat sebelum penerbangan pulang mereka.

Kasus penahanan itu terjadi tepat setahun menjelang pembukaan turnamen yang akan berlangsung di negara emirat Teluk yang kaya itu pada 21 November 2022.

Para jurnalis tersebut kemudian dibebaskan tanpa biaya setelah sekitar 30 jam dan mendarat di Oslo pada Rabu pagi.

Kementerian luar negeri Norwegia mengatakan bahwa dubes Qatar untuk Oslo dipanggil untuk membicarakan kasus tersebut. "Penangkapan jurnalis NRK di Qatar tidak dapat diterima," kata Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store.

"Pers yang bebas sangat penting untuk demokrasi yang berfungsi," tulisnya di Twitter. "Saya sangat senang Halvor Ekeland dan Lokman Ghorbani sekarang telah dibebaskan."

Store menambahkan bahwa kasus itu menggarisbawahi pentingnya penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini kepada jurnalis Dmitry Muratov dari Rusia dan Maria Ressa dari Filipina.

Pejabat Qatar mengkonfirmasi bahwa dua jurnalis ditangkap karena masuk properti pribadi tanpa izin. Para kru diberi akses mengambil gambar di mana pun mereka inginkan di Qatar," kata Kantor Komunikasi Pemerintah dalam sebuah pernyataan.

"Mereka diberikan semua izin syuting yang mereka minta sebelum kedatangan mereka dan ditawari pertemuan dengan pejabat senior pemerintah dan pihak ketiga."

"Kebebasan ini, bagaimanapun, tidak mengesampingkan penerapan hukum umum, yang secara sadar dan sengaja dilanggar oleh kru."

Direktur jenderal NRK Thor Gjermund menyebut insiden itu sebagai "serangan terhadap kebebasan pers" dalam konferensi pers di Oslo.

Berita Terbaru