Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Halmahera Timur Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Ini Total Biaya Operasi Pemisahan Balita Kembar Siam Asal Kabupaten Kobar

  • Oleh Wahyu Krida
  • 26 November 2021 - 23:40 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berkat gotong royong semua pihak di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), proses operasi pemisahan balita kembar dempet dada Muhammad Abdullah dan Muhammad Ibrahim asal Desa Sungai Kuning, Kecamatan Pangkalan Banteng di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada 14 September 2021, berjalan lancar dan sukses.

Bahkan, Jumat, 26 November 2021, balita yang lahir di RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun 4 Januari 2020 pukul 10.45 WIB ini kembali ke Kabupaten Kobar bersama ibunya, Istikharoh dan pendamping lainnya. Bayi tersebut dalam kondisi sehat.

Direktur RSSI dr Fachruddin di ruang kedatangan Bandara Iskandar saat menjemput balita tersebut mengatakan, biaya operasi pemisahan, perawatan hingga kembali ke Kabupaten Kobar ditanggung secara gotong royong oleh semua pihak.

"Berbagai pihak yang peduli, turut serta mengumpulkan dana agar operasi pemisahan balita tersebut bisa dilakukan. Biaya operasi pemisahan dan operasional pendamping dalam proses penyembuhan balita tersebut ditanggung oleh BPJS Kesehatan, Yayasan Buddha Tzu Chi, Pemkab Kobar serta masyarakat yang berempati pada balita kembar tersebut," jelas Fachruddin.

Di tempat yang sama, salah seorang pendamping dari Yayasan Buddha Tzu Chi, dr Gerry Juliansyah mengatakan, operasi pemisahan balita tersebut di RSCM menelan biaya Rp 500 juta.

"Selain ditanggung pihak BPJS, yayasan kami, bersama masyarakat Kobar juga turut peduli untuk turut berdonasi agar operasi pemisahan ini bisa berjalan lancar. Syukurlah operasi pemisahan berhasil dilakukan dan saat ini kedua balita sudah bisa kembali ke Kobar," kata Gerry Juliansyah.

Sebelumnya diberitakan, balita kembar tersebut dilahirkan ibunya yaitu Istikharoh di RSSI dengan kondisi ketuban pecah terlebih dahulu. Ia diantar oleh petugas medis dari klinik lain dan diketahui kehamilannya gemeli atau mengandung anak kembar, masing-masing bayi memiliki kelamin dan anus.

Kondisi kembar siam menempel bagian dada dan perut baru diketahui setelah dilakukan operasi. Saat lahir, diketahui sepasang bayi tersebut terdapat dalam 1 ketuban, 2 pusar dan 1 plasenta.

Dari pemeriksaan lanjutan, diketahui kondisi fisik balita kembar siam dianggap baik, organ jantung berfungsi normal meski letaknya agak ke kanan. 

Organ tubuh yang menempel selain kulit luar adalah bagian hati. Namun, hal itu masih bisa dilakukan tindakam operasi pemisahan.

Berita Terbaru