Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Lampung Tengah Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

JNE Tamiang Layang Dituding Lakukan Diskriminasi Agama dalam Penerimaan Karyawan

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 06 Desember 2021 - 12:55 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - JNE Sub Agen Tamiang Layang dituding melakukan diskriminasi agama dalam informasi lowongan kerja yang beredar di masyarakat. Salah satu warga bernama Misranto Djan Djam memprotes hal ini melalui Grup Facebook Barito Timur Membangun dengan melampirkan flyer lowongan kerja dari JNE.

"Apa maksutnya JNE ini menerima /penerimaan kariawan ko syarat beragama .... (menulis agama tertentu). Tolong atmin jangan tidak di Fosting luas se bartim ini biar instansi terkait tenaga kerja pejabat pemerintah menindak JNE ini di Bartim...," tulis Misranto, Senin, 6 Desember 2021.

Dalam flyer yang dikeluarkan oleh CV Bangun Banua Lestari sebagai pengelola jasa pengiriman dan logistik JNE Sub Agen Tamiang Layang, tercantum syarat bagi pelamar lowongan kerja kurir motor tersebut yakni laki-laki berusia maksimal 30 tahun, diwajibkan beragama tertentu, memiliki sepeda motor pribadi, pendidikan minimal SMA sederajat, jujur dan mampu bekerjasama dalam tim, memiliki SIM C, domisili Tamiang Layang dan memiliki HP Android.

Postingan ini mendapat respon luas dari warganet yang turut memprotes dugaan diskriminasi agama tersebut, dari yang mengajak boikot JNE hingga yang menuding pengelola JNE sebagai penganut radikalisme.

Saat dikonfirmasi, Owner CV Bangun Banua Lestari, Alifia menjelaskan syarat yang tercantum dalam lowongan tersebut memang merupakan kriteria dasar yang dicari pihaknya.

"Waktu di Tamiang Layang sebelumnya kami membuka lowongan kerja tanpa menerapkan syarat itu ternyata lembaran yang masuk kebanyakan beragama lain. Kan kasihan juga kalau nanti yang memasukkan lamaran tidak masuk kriteria kami. Kami langsung infokan seperti itu untuk memenuhi kriteria dasar kami," ungkapnya melalui sambungan telepon.

Terkait tudingan masyarakat bahwa JNE melakukan diskriminasi agama dalam penerimaan kurir, Alifia berkata bahwa itu adalah kewenangan pemilik perusahaan dalam menentukan kriteria karyawan yang direkrut.

"Makanya kami juga minta maaf ini sebelumnya kalau dianggap diskriminasi agama atau gimana gitu, daripada nanti sudah disiapkan lamarannya tapi kami gak memilih," imbuhnya.

Terkait tudingan radikalisme yang diarahkan kepada pihaknya, Alifia menyerahkan kembali penilaian tersebut kepada masyarakat. 

"Kalau saya sih terserah apa yang dianggap oleh masyarakat karena kami tidak merugikan siapa-siapa. Lowongan kan pasti masih banyak, tempat kami mungkin hanya mencari satu atau dua orang. Kalau sudah dapat pun kami langsung minta hapus postingannya," tandasnya. (BOLE MALO/B-5) 

Berita Terbaru