Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Simalungun Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Teten Raih Penghargaan Pemimpin Paling Populer di Media Sosial 2021

  • Oleh ANTARA
  • 14 Desember 2021 - 04:00 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meraih penghargaan The Most Popular Leader in Social Media 2021 Kategori Menteri.

Penghargaan tersebut diraih dalam acara The 7th Jambore PR INDONESIA (JAMPIRO) yang dilaksanakan oleh PR INDONESIA di Bali, beberapa waktu lalu.

"Kami akan terus berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan berimbang terkait kinerja pemerintah, kepada masyarakat luas," ungkapnya sebagaimana dalam keterangan pers, Jakarta, Senin 13 Desember 2021.

Dia mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang ia terima karena penghargaan ini dianggap menjadi bentuk apresiasi kepada seluruh jajaran di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM yang telah bekerja secara solid dalam menjalankan tugasnya.

Teten mendapatkan penghargaan tersebut disebabkan memiliki eksposur positif di platform media sosial, yaitu Twitter, Instagram, dan Facebook.

PR INDONESIA bekerjasama dengan perusahaan media monitoring KAZEE DIGITAL INDONESIA mengumpulkan dan menganalisa secara kuantitatif oleh mesin yang berbasis artificial intelligence secara real-time, dan dihimpun sepanjang 1 Januari – 30 September 2021.

Penentuan pemenang didasarkan pada kuantitas ekspos perbincangan positif netizen dengan mempertimbangkan konten pemberitaan yang dianilisis secara manual.

Selain Teten Masduki, penghargaan tersebut juga diterima Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, lalu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono

Kemudian juga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Selain menteri, penghargaan ini juga diberikan kepada pemimpin lembaga, pemerintah daerah, korporasi, hingga organisasi.

ANTARA

Berita Terbaru