Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Metro Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Drama, Kontroversi, dan Juara Dunia Baru di Musim F1 yang Mendebarkan

  • Oleh ANTARA
  • 26 Desember 2021 - 02:00 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Gelaran Formula 1 akan lebih akbar pada tahun depan, dengan rekor 23 balapan termasuk seri perdana di Miami, namun penyelenggara bakal memiliki tugas lebih berat agar kejuaraan itu lebih semarak dari musim 2021 yang sarat drama dan kehebohan.

Musim ini mengakhiri dominasi juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton saat mahkota juara beralih ke pebalap muda Belanda Max Verstappen di tengah kontroversi seri pemungkas di Abu Dhabi.

Kedua pebalap bertarung habis-habisan hingga balapan penutup musim di Yas Marina, ketika Verstappen dan Hamilton, yang mengantongi poin sama, bersaing ketat tujuh tikungan jelang finis.

Kemenangan itu seakan membuka era baru di F1, meskipun Hamilton yang kini berusia 36 tahun tak diragukan lagi bakal merebut kembali gelar yang hilang tahun depan, di saat kedua pebalap rival itu dengan sportif berpelukan sebelum naik ke podium.

Verstappen, yang kini berusia 24 tahun, mengaku telah melengkapi impian masa kecilnya.

"Tujuan saya ketika saya masih kecil adalah menjadi pebalap F1 dan berharap untuk menang, berharap berada di podium, ketika mereka memainkan lagu kebangsaan Anda, berharap mereka mengumandangkan lagu kebangsaan Anda.

"Dan ketika mereka berdiri di sana dan mereka mengatakan bahwa Anda juara dunia, itu sesuatu yang luar biasa. Semua hal terlintas di benak, semua tahun-tahun bepergian untuk tujuan itu."

Bos tim Red Bull Christian Horner tak ragu lagi apabila olahraga balap itu berhutang banyak kepada timnya.

Ketika ditanya soal tahun pertama Stefano Domenicalli memimpin F1, Horner mengatakan: "Saya rasa dia harus membelikan Red Bull hadiah Natal atas kehebohan, balapan, drama yang ia dapati ketika menjabat.

"Saya kira bahkan seorang penulis naskah Hollywood tak bisa membayangkan apa yang disajikan tahun ini. Popularitas Formula 1 telah meningkat tajam... dan jumlah fan baru yang kita sambut di olahraga ini luar biasa," kata Horner dikutip Reuters.

Musim depan akan menampilkan regulasi yang berubah serta mobil-mobil dengan wajah baru yang didesain untuk memudahkan overtaking.

Selain perbaikan di sektor kompetisi dan regulasi, F1 perlu kiranya membenahi konsistensi keputusan steward dan race director Michael Masi yang tak jarang menimbulkan kontroversi.

Bahkan timbul kekhawatiran apakah olahraga balap itu telah berubah karena serial dokumenter populer dari Netflix 'Drive to Survive', dan mengorbankan integritas demi kepentingan hiburan.

Masi menjadi sorotan setelah keputusan kontroversialnya di Abu Dhabi, yang memicu kritik dari sejumlah kalangan.

Berita Terbaru