Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Depok Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Perkara Kasus Tambang Emas yang Telan 6 Korban Jiwa Akan Segera Disidangkan

  • Oleh Naco
  • 29 Desember 2021 - 11:20 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Perkara kasus tambang emas yang menelan 6 korban jiwa dengan terdakwa Doby (35) dalam waktu dekat akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Sampit.

Itu setelah berkas tahap II beserta tersangka dilimpahkan penyidik Polres Kotim kepada penuntut umum. Dalam kasus ini, tersangka Doby resmi sebagai tahanan jaksa.

"Saat itu mereka (korban) ikut bekerja dengan saya," kata tersangka saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur. 

Rabu, 29 Desember 2021 terungkap kalau peristiwa itu terjadi pada Kamis, 28 Oktober 2021 sekitar pukul 12.00 WIB di Desa Tumbang Torung, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Tersangka mempekerjakan 11 orang untuk melakukan kegiatan penambangan emas, di antaranya Dibau, Lotek, Ipon alias Pak Era, Edut alias Pak Wawa, M Azimi, Ahmadi alias Pak Sincan,  Hendrik, Sekong, Yogi, Andre dan Ipey.

Penambangan secara ilegal itu mereka lakukan dengan menggunakan 1 set alat tambang emas. Yakni mesin air dengan mesin pemutar untuk menyedot air dari sungai dan untuk menembakkan tanah lokasi tambang.

Sehingga, tanah menjadi gembur dan membuat lobang. Kemudian, mesin pompa jenis keong menyedot pasir yang dialirkan ke lembaran karpet. Pasir itu bercampur emas. Saat kegiatan tersebut, tejadi longsor hingga 6 penambang tertimbun dan meninggal di lokasi kejadian.

Korban meninggal Dibau, Lotek, Ipon alias Pak Era, Edut alias Pak Wawa, M Azimi, Ahmadi alias Pak Sincan. Sedangkan korban lainnya selamat. (NACO/B-7)

Berita Terbaru