Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Maluku Barat Daya Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Konflik Antara Manusia dan Satwa Liar di Kotim Masih Berlanjut di Tahun 2022

  • Oleh Usay Nor Rahmad
  • 03 Januari 2022 - 08:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit meyakini konflik antara manusia dan satwa liar masih berlanjut di tahun 2022 ini. Terutama bagi keberadaan satwa seperti orangutan, beruang dan buaya. 

"Sepertinya akan terus berlanjut," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Senin, 3 Januari 2022. 

Kendati demikian pihak BKSDA berharap hal tersebut dapat diminimalisasi dengan sejumlah upaya dati masyarakat yang tinggal di kawasan yang rawan sering terjadi kemunculan satwa liar. 

Seperti dengan mengubah pola hidup tidak membuang sampah sembarangan sekitar sungai atau semak yang dapat mengundang kedatangan satwa liar. Hingga berpotensi mengakibatkan gangguan hingga serangan. 

Selain itu perlu upaya agar masyarakat mengurangi aktivitas mandi cuci kakus di sekitar Sungai Mentaya dan anak sungainya. Ini untuk menghindari korban karena konflik dengan satwa liar seperti buaya. Terutama di wilayah-wilayah rawan konflik. 

"Tapi alhamdulilah mendekati akhir tahun 2021 tadi tidak ada laporan gangguan kemunculan buaya, beruang, maupun orangutan," ungkap Muriansyah. 

BKSDA berharap hal ini menjadi tren positif hingga tahun 2022 ini. Sehingga tidak ada konflik antara manusia dengan satwa liar, dan tak ada korban luka maupun jiwa akibat serangan satwa liar yang kian terdesak habitatnya. (USAY NOR RAHMAD/B-5) 

Berita Terbaru