Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Kepulauan Anambas Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Sudah Saatnya Kotim Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen

  • Oleh Usay Nor Rahmad
  • 05 Januari 2022 - 12:35 WIB

BORNEONEWS , Sampit - Tokoh Muda Pendidikan di Kotawaringin Timur, Deny Hidayat, menilai sudah saatnya pembelajaran di daerah itu dilakukan secara tatap muka penuh atau 100 persen. Pemerintah kabupaten pun diharapkan mendukung dan memperhatikan penyelenggaraannya. 

"Pemkab Kotim melalui dinas pendidikan tak boleh melarang PTM terbatas. Apalagi bagi yang memenuhi kriteria. Pemerintah juga tidak boleh menambah kriteria yang berat bagi satuan pendidikan," kata Deny, Rabu, 5 Januari 2022.  

Deny berharap semua satuan pendidikan dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas. Sehingga pembelajaran dan aktivitas pendidikan lainnya dapat berjalan normal seperti biasa. 

"Walaupun dengan batasan-batasan dan kesiapan-kesiapan selama masa covid-19 ini, agar pemulihan pendidikan dapat segera dirasakan peserta didik pendidik dan pihak-pihak yang terkait di sekolah pun diharap dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas. Hal tersebut tentu dengan menaati protokol kesehatan dan optimalisasi vaksinasi Covid-19," katanya.

Pembukaan kembali pembelajaran di semua jenjang pendidikan mulai Januari 2022 ini, dinilai harus lebih intensif dilakukan. Semua sekolah sudah wajib menyelenggarakan pembelajaran tatap muka 100 persen. 

Pemerintah kabupaten diminta mendukung dan tidak menghalangi pembukaan sekolah. Namun, semuanya harus tetap dengan pengawasan dah evaluasi untuk memastikan kluster Covid-19 tidak muncul di sekolah. 

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan,  Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Jumberi. Dia mengatakan, pemulihan pendidikan perlu segera dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas untuk mengatasi berbagai dampak akademik dan non-akademik selama pembelajaran di sekolah hampir dua tahun ini. (USAY NOR RAHMAD/B-5)

Berita Terbaru