Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Luwu Timur Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Mantan Direktur PDAM Kapuas Divonis 4,6 Tahun Penjara

  • Oleh Apriando
  • 18 Januari 2022 - 17:15 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palangka Raya menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Agus Cahyono mantan direktur PDAM kabupaten Kapuas selama 4 tahun dan 6 bulan.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Agus Cahyono bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Korupsi secara bersama- sama, menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan, denda Rp 500 juta apabila denda tidak dibayarkan diganti pidana penjara selama 4 bulan," ucap majelis hakim yang diketuai Alfon saat membacakan amar putusannya pada sidang di pengadilan Tipikor, Selasa, 18 Januari 2021

Hakim juga menghukum terdakwa Agus Cahyono untuk membayar Uang Pengganti (UP) senilai Rp 1 miliar lebih dengan ketentuan, apabila terdakwa tidak dapat membayar uang pengganti setelah 1 bulan putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap maka harta bendanya dapat disita, apabila harta benda tidak mencukupi maka diganti pidana penjara selama 2 tahun.

Menanggapi putusan majelis hakim tersebut, terdakwa Agus Cahyono menyatakan menerima. Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alfian Fahmi menyatakan pikir-pikir.

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang meminta terdakwa Agus Cahyono menjalani kurungan badan selama 8 tahun dan 6 bulan, denda Rp 500 Juta subsider 4 bulan penjara.

Jaksa juga menuntut untuk menghukum terdakwa membayar uang pengganti senilai Rp 843 juta lebih, subsider 4 tahun dan 3 bulan penjara.

Terdakwa ditetapkan tersangka oleh penyidik kejaksaan tinggi Kalteng dalam perkara kasus korupsi penggunaan dana penyertaan modal dari pemkab Kapuas untuk pengembangan jaringan distribusi air ke konsumen, yang dianggap merugikan negara 7,4 miliar. 

Agus cahyono terjerat bersama dengan mantan direktur PDAM terpidana Widodo periode 2013-2017 yang telah divonis penjara selama 6 tahun. (APRIANDO/B-5)

Berita Terbaru