Aplikasi Quick Count Hitung Cepat Web & Android

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Lokasi Penemuan Mayat di Dusun Teluk Tewah Diduga Habitat Biawak

  • Oleh Usay Nor Rahmad
  • 02 Maret 2022 - 19:20 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Hasil observasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit ke lokasi penemuan mayat di Dusun Teluk Tewah, Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, menemukan sejumlah fakta baru. Salah satunya, sekitar lokasi diduga habitat biawak.

"Di lokasi dan sekitar lokasi penemuan korban, warga sering melihat biawak. Bahkan di lokasi kebun pisang tak jauh dari titik penemuan mayat, warga pernah menemukan telur yang diduga kuat telur biawak," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Rabu, 2 Maret 2022. 

Lokasi penemuan korban merupakan rawa berair yang ditumbuhi semak belukar dan padang ilalang. Di tempat yang berada 20 meter dari jalan umum Dusun Teluk Tewah itu juga kebun pisang milik warga yang terawat. Hal ini memperkuat bahwa ini merupakan habitat yang disukai biawak. 

"Di lokasi penemuan korban tidak pernah di lihat ada keberadaan satwa liar beruang. Namun, kalau biawak sering terlihat, bahkan sering memangsa ternak milik warga," katanya.

Kendati demikian, BKSDA tak bisa berspekulasi bahwa korban terlebih dulu meninggal lalu digigit biawak. Sebab hal itu perlu penyelidikan lebih lanjut dan bukan ranah BKSDA. 

Namun, BKSDA meyakini korban meninggal bukan karena diserang satwa liar. Apalagi diserang beruang seperti prasangka warga sebelumnya. 

"Informasi tambahan yang kami dapat dari warga, korban sehari sebelum ditemukan meninggal, sempat mengeluh sakit," tutup Muriansyah.

Seperti diketahui Asnah (64), warga Dusun Teluk Tewah, Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, ditemukan tak bernyawa. Asnah kesehariannya pergi ke ladang. Namun pada Senin, 28 Februari 2022, korban tak pulang ke rumah hingga akhirnya ditemukan keluarganya meninggal dunia dengan luka yang ada di wajah yang diduga akibat serangan satwa liar. (USAY NOR RAHMAD/B-11)

Berita Terbaru