Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Barru Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Perampok Sadis di Lamandau Belum Ditangkap, Warga Resah

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 03 Maret 2022 - 07:20 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pelaku dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curat) yang melakukan aksinya pada Jumat 25 Februari 2022 lalu di Desa Bukit Raya, Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten Lamandau, hingga kini belum berhasil diamankan.

Menyoal kondisi itu, banyak warga yang mengaku cukup resah karena terduga pelaku belum berhasil diamankan. Apalagi sesuai dengan laporan korban atas peristiwa perampokan sebelumnya, pelaku tergolong sadis dalam melancar aksinya hingga berani melukai korban dengan senjata tajam (sajam).

Kapolres Lamandau AKBP Arif Budi Purnomo melalui Kasatresktimnya Iptu I Wayan Wiratmaja Swetha, saat dikonfirmasi Rabu 2 Maret 2022, mengatakan bahwa sejak ada pelaporan tentang dugaan curat itu, pihaknya belum berhasil mengamankan terduga pelaku. Kepolisian juga mengaku masih berupaya melakukan pengejaran. "(terduga pelaku curat) belum (berhasil diamankan) mas," katanya.

Dugaan curat menimpa pasangan suami isteri (Pasutri) bernama Sudirman (38) dan Umi Hamdiah (30), warga Desa Bukit Raya, Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten Lamandau. Pasutri tersebut merupakan pengepul atau bos sarang burung walet.

Berdasarkan keterangan polisi atas laporan dugaan curat itu, rumah pasutri selaku pelapor dan juga korban tersebut diduga disatroni perampok pada Jumat 25 Februari 2022 malam sekira pukul 21.00 WIB. Kejadian bermula pada pada saat korban sedang istirahat di dalam rumah terdengar suara orang mengeserkan motor (di garasi) lalu korban (Sudirman) membuka pintu rumah untuk mengecek suara tersebut. Kemudian, sebutnya lagi, tiba-tiba korban langsung didorong hingga terjatuh, dipukul dan diserang pelaku dengan menggunakan parang.

"Diduga karena diserang pelaku dengan menggunakan benda tajam itu, korban (Sudirman) mengalami luka pada bagian kaki," kata Kasatreskrim.

Usai penyerangan itu, lanjut Kasatrrskrim, korban diminta pelaku untuk tidak melakukan perlawanan. Terduga pelaku juga mengancam membunuh korban jika tidak mematuhi perintahnya. Korbanpun diikat dan disandera.

"Setelah mengikat korban (Sudirman), pelaku juga lantas mendatangi saudari U (Umi Hamdiah) yang saat itu ada di kamar. Sambil melontarkan ancaman pembunuhan, pelaku meminta saudari U untuk segera menyerahkan uang tunai serta semua sarang burung walet yang sudah terkumpul. Tak hanya itu, pelaku juga meminta pasutri itu menyerahkan mobil pikupnya," jelasnya.

Kasatresktim juga mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, kerugian materi atas aksi dugaan curat atau perampokan itu senilai Rp730 juta. Terduga pelaku diduga berhasil membawa kabur 60 kilogram sarang walet (ditaksir senilai Rp 550 juta) serta uang tunai sebesar Rp180 Juta. Namun, sebut Kasatreskrim, mobil pikup yang semula dibawa pelaku beberapa saat setelah pitistiwa berhasil ditemukan tak jauh dari rumah korban dalam kondisi tak bertuan. "Untuk terduga pelaku hingga saat ini masih dalam proses pengejaran," tukas Kasatreskrim I Wayan Wiratmaja Swetha.

Menyikapi kondisi ini, tak sedikit masyarakat yang mengaku resah karena hingga kini terduga pelaku perampokan itu belum berhasil diamankan. Hal itu seperti disampaikan Siti Saniah, salahseorang warga Kota Nanga Bulik yang juga memiliki usaha sarang burung walet. "Ih ngeri ya, mudah-mudahan pelakunya cepat ditangkap," harapnya. Hal senada juga menjadi harapan banyak warganet yang beberapa hari terakhir ramai membahasnya di media sosial.

Berita Terbaru