Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Serdang Bedagai Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Cerita Perjuangan Bupati Lamandau di Balik Pembangunan Jembatan Liku dan Guci

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 05 Maret 2022 - 20:30 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pembangunan daerah saat pandemi covid-19 memiliki segudang tantangan, terlebih bagi daerah yang masih tergolong baru seperti halnya Kabupaten Lamandau. 

Betapa tidak, jumlah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang masih relatif rendah, namun pembangunan infrastruktur sebagai kebutuhan dasar masyarakat sulit untuk ditunda-tunda. Hal itu seperti yang dirasakan Bupati Lamandau, Hendra Lesmana.

"Tidak mudah tantangan kita membangun daerah di masa pandemi Covid-19 ini. Selama dua tahun bahkan memasuki tahun ketiga masa pandemi ini penyesuaian-penyesuaian seperti dalam bentuk refocusing anggaran tidak bisa kita hindari. Alhasil kita yang APBD-nya masih rendah bahkan belum menyentuh Rp 1 T (triliun) ini kan harus berfikir dan berjuang keras untuk mencari solusi," kata Hendra Lesmana, mengawali perbincangan, Sabtu, 5 Maret 2022.

Meski dalam situasi pandemi Covid-19, pemkab tidak bisa menghindari tingginya ekspektasi masyarakat perihal pembangunan di berbagai sektor terutama infrastruktur, disisi lain anggaran yang tersedia sangat terbatas.

Hendra juga bercerita tentang perjuangan mendapatkan anggaran dari pusat yang kini menjadi sumber pembiayaan pekerjaan rekontruksi jembatan Sei Liku Desa Bunut-Sungai Mentawa dan Sei Guci Desa Guci, Kecamatan Bulik.

"Perjuangan untuk kita dapat anggaran dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk dua jembatan ini (Sei Liku dan Sei Guci) berawal dari tahun 2019 lalu. Kita ajukan proposal untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, karena saat itu kita dilanda bencana banjir besar. Kita berlomba-lomba dengan daerah-daerah lain se indonesia untuk dapat alokasi dana hibah dari BNPB itu," tutur Hendra.

Selain mengikuti berbagai prosedur, untuk mendapatkan bantuan dana hibah BNPB itu, Hendra juga sampai menjalin komunikasi langsung dengan Kepala BNPB saat itu yakni Doni Monardo. Kebetulan, Hendra telah mengenal Doni Monardo sejak masih menjabat Danjen Kopassus.

Segala upaya dimaksimalkan Hendra Lesmana dengan terus menyampaikan bahwa Lamandau betul-betul membutuhkan anggaran rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana itu, mengingat keterbatasan anggaran daerah.

"Kita juga tunjukkan bukti-bukti sambil meyakinkan bahwa anggaran tersebut akan digunakan sebagaimana mestinya. Alhamdulillah, singkat cerita kesungguhan dan upaya itu terjawab di tahun 2020, dimana Lamandau menjadi bagian dari 37 daerah yang mendapat dana hibah dari BNPB itu," jelasnya.

Dari anggaran rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana BNPB dengan total anggaran Rp 498 miliar, Kabupaten Lamandau mendapat alokasi sebesar kurang lebih Rp 18 miliar. Transfer dana hibah dari kementrian keuangan baru dapat terealisasi di tahun 2021 mengingat situasi pandemi Covid-19 yang terjadi, sehingga realisasi anggaran untuk pembiayaaan rekontruksiksi Jembatan Sei Liku dan Sei Guci baru bisa dilaksanakan tahun 2022 ini.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Edison Dewel, mengatakan bahwa alokasi untuk pembangunan atau rekontruksi jembatan Sei Liku, Kecamatan Bulik, menelan anggaran sebesar Rp10.438.488.000,- dengan pelaksana pekerjaan CV. Widya Karya. Sedangakan untuk pekerjaan rekontruksi Sei Guci dialokasikan anggaran sebesar Rp7.945.302.000,- dengan perusahaan pemenang lelang yakni CV. Saka Duta Persada. (HENDI NURFALAH/B-11)

Berita Terbaru